Polsek Natal Cek SPBU, Imbau Jangan Layani Pengisian BBM Subsidi ke Wadah Tidak Sesuai

3 hours ago 2
Sumut

18 Januari 202618 Januari 2026

Polsek Natal Cek SPBU, Imbau Jangan Layani Pengisian BBM Subsidi ke Wadah Tidak Sesuai

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

NATAL (Waspada.id): Polsek Natal melakukan pengecekan pengisian BBM Solar dan Pertalite di SPBU 14.229.325 pada Hari Minggu (18/01) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Kanit Reskeim Polsek Natal Aiptu LH Gultom, SH, bersama personel Unit Reskrim Polsek, berdasarkan arahan Kapolres Madina melalui Kapolsek Natal AKP Maraden Pakpahan.

Dalam keterangannya melalui WhatsApp kepada wartawan, Pakpahan mengatakan personel memberikan imbauan langsung kepada asisten manajer dan petugas pompa agar tidak mengisi BBM subsidi ke dalam tangki mobil yang dimodifikasi maupun jerigen, drum, serta wadah lainnya.

Pengecekan ini dilakukan setelah adanya keluhan masyarakat terkait praktik pengompengan BBM subsidi yang telah berlangsung setiap hari di SPBU Desa Panggautan, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Bahkan pada Jumat (16/01) malam, puluhan kendaraan terlihat berjejer panjang mengantre untuk mendapatkan BBM subsidi.

Antrian tersebut didominasi minibus, truk, hingga mobil pribadi yang diduga telah dimodifikasi untuk menampung BBM lebih banyak dari standar. Informasi yang diperoleh menyebutkan, sebagian kendaraan tersebut mengantre untuk mengambil BBM subsidi yang kemudian diduga disalurkan ke lokasi pertambangan emas ilegal di Kecamatan Natal, Ranto Baek, dan sekitarnya.

Praktik ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan BBM subsidi karena stok cepat habis. Selain itu, antrean panjang kendaraan juga menyebabkan kemacetan dan gangguan lalu lintas karena memakan bahu jalan di ruas yang sempit.

“Malam ini saja di SPBU Panggautan ada lebih dari 25 unit mobil pengompeng yang antre BBM subsidi, baik pertalite maupun solar. Mereka mulai antre sejak jam satu siang, setelah dapat BBM masuk antrean lagi. Ini terjadi setiap hari dan sangat meresahkan,” ungkap seorang warga pada Jumat (16/01).

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus yang disebut telah berlangsung cukup lama namun belum mendapatkan tanggapan tegas. Mereka berharap pengawasan ketat dilakukan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran.

Sebelumnya, Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si yang dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Sabtu malam (17/01) mengucapkan terima kasih atas informasi yang diterima. “Terima kasih informasinya, saya akan cek,” ujarnya.

Sementara, saat upaya konfirmasi, petugas SPBU tersebut enggan berkomentar.(id100)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |