Polsek Dolok Masihul Periksa 8 Satpam PTPN IV Terkait Tewasnya Terduga Pencuri TBS

2 days ago 8

SERGAI (Waspada.id): Polsek Dolok Masihul memeriksa delapan orang petugas keamanan PTPN IV Regional I Kebun Sarang Giting terkait tewasnya seorang pria terduga pelaku pencurian Tandan Buah Segar (TBS), Pairin alias Ateng, 41, warga Dusun I Desa Karang Tengah, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai). Peristiwa tersebut terjadi saat korban diamankan pada 1 Januari 2026 lalu.

Kapolsek Dolok Masihul AKP HD Simanjuntak melalui Kanit Reskrim Ipda Ismail Har mengatakan, pemeriksaan terhadap para satpam masih sebatas klarifikasi awal.

“Saat ini kita sudah melakukan pemeriksaan kepada delapan orang petugas keamanan PTPN Sarang Giting, ya masih seputar wawancara saja,” kata Ipda Ismail Har kepada Waspada.id ruang kerja kantor Polsek Dolok, Sabtu (3/1/2026), siang.

Berdasarkan keterangan sementara para saksi, pihak keamanan mengaku tidak melakukan penganiayaan terhadap terduga pelaku. Mereka menyebut korban dikejar, mengalami sesak napas, lalu diamankan ke pos keamanan.

“Mereka mengaku tidak ada melakukan penganiayaan, hanya melakukan pengejaran lalu dibawa ke pos,” ujarnya.

Ipda Ismail menjelaskan, pihak kepolisian awalnya didatangi tiga orang satpam yang melaporkan telah mengamankan seorang terduga pencuri TBS, namun korban diketahui telah meninggal dunia saat berada di pos dan kemudian dibawa ke Klinik Buah Hati di Pekan Dolok Masihul.

“Anggota kita ke sana, memang benar terduga sudah meninggal dunia, diduga meninggalnya dalam perjalanan,” katanya.

Lebih lanjut Ia ungkapkan, saat jenazah hendak diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka, polisi menemukan adanya sejumlah luka pada tubuh korban. Karena itu, kepolisian meminta persetujuan keluarga untuk dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Medan.

“Di rumah duka saya melihat langsung tubuh korban didampingi bidan desa. Ada tiga luka robek terlihat di dahi, bahu, dan kaki. Namun belum bisa kita simpulkan, makanya kita minta persetujuan keluarga untuk autopsi dan keluarga tidak keberatan,” jelasnya.

Hingga kini, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban apakah akibat penganiayaan atau faktor lain, termasuk kemungkinan penyakit bawaan. “Sementara ini kita tunggu hasil autopsi dan pemeriksaan pihak klinik yang menangani korban. Nanti akan kita panggil juga untuk dimintai keterangan,” pungkas Ipda Ismail.

Sementara itu, bidan Klinik Buah Hati, Hikma Ditiara Devi Saragih, S.Keb, yang mendampingi saat korban dibawa ke klinik, menyatakan korban tiba dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Waktu diantar ke klinik kondisinya sudah tidak ada. Tapi tetap kami beri tindakan, seperti oksigen, cek saturasi, dan bantuan hidup dasar, namun tidak ada respon,” ujarnya. dikonfirmasi Waspada.id melalui telepon WhatsApp, Sabtu (3/1) siang.

Ia menuturkan, dari hasil pemeriksaan medis ditemukan sejumlah luka lecet pada tubuh korban. “Di jempol kaki kanan terlihat luka, kukunya hampir habis, kemungkinan bekas seretan. Di dada kiri bawah juga ada luka lecet sekitar tiga sentimeter, warnanya merah kecoklatan dan sudah kering. Di bagian kening juga ada luka lecet yang sudah mengering,” jelasnya.

Menurut Hikma, korban diantar ke klinik oleh sekitar empat orang menggunakan mobil jenis Strada. Setelah dinyatakan meninggal, pihak klinik diminta menunggu kedatangan polisi sebelum jenazah dibawa.

“Polisi menghubungi pihak klinik agar jenazah belum dibawa pulang. Setelah keluarga datang, jenazah kemudian diantar ke rumah duka menggunakan ambulans klinik, dengan polisi mengikuti dari belakang,” katanya.

Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Dolok Masihul dan menunggu hasil autopsi sebagai dasar penentuan penyebab pasti kematian korban.

Terpisah, saat beberapa wartawan mendatangi kantor PTPN IV Regional I dijalan besar Medan Dolok Masihul, Kecamatan Dolok Masihul Sergai. Salah seorang penjaga pos mengatakan, “hari ini hari Sabtu pak, kantor buka hanya sampai pukul 12:00 WIB”.

“Hari Sabtu kegiatan kantor hanya sampai pukul 12: 00 WIB. Senin aja datang lagi, kalau hari Senin sampai sore pukul 16:00 WIB,” sebut penjaga pos kantor perkebunan PTPN IV Regional I Sarang Giting.(bs)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |