Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): Langkah strategis menuju transisi energi rendah emisi kembali diperkuat oleh Pertamina Group melalui kolaborasi dua subholding-nya, PT Pertamina International Shipping dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
Kedua perusahaan resmi menjalin kerja sama bisnis melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang mencakup pembangunan dan pemanfaatan infrastruktur, serta pengembangan moda transportasi maritim untuk energi rendah karbon. Fokus kerja sama meliputi pengangkutan LNG, amonia, hidrogen, dan komoditas energi bersih lainnya.
MoU ditandatangani oleh Direktur Utama PIS, Surya Tri Harto, dan Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, pada Jumat pekan lalu, disaksikan jajaran manajemen kedua perusahaan, baru-baru ini.
“Pada kerjasama ini kita bicara tentang optimal value untuk Pertamina Group, bukan hanya untuk PIS atau PGN. Dengan rencana memiliki infrastruktur transportasi gas, termasuk untuk floating (terapung). Kita coba kaji opsi investasi, supaya dalam jangka panjang tidak terlalu terekspos risiko fluktuasi harga pasar. Sekali lagi untuk sama-sama ciptakan value yang optimal bagi Pertamina,” ujar Surya dalam siaran persnya, Jumat (17/4).
Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi memperkuat sinergi internal Pertamina Group sekaligus mendorong penguatan armada dan diversifikasi kargo energi. Langkah ini dinilai penting dalam mendukung ketahanan energi nasional di tengah transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Arief menambahkan, kolaborasi ini merupakan pengembangan dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Sejak 2024, PIS tercatat telah melakukan 17 kali pengangkutan LNG untuk PGN ke berbagai fasilitas seperti FSRU Lampung, Jawa Barat, hingga Terminal Arun dengan skema spot charter.
“Kerjasama yang terjalin kita eskalasi, kembangkan yang pada prinsipnya mencakup pengembangan kepemilikan, pembangunan, pengelolaan sektor midstream hingga downstream gas. Sehingga Pertamina Group memiliki infrastuktur yang matang dan menyiapkan Indonesia di era LNG. Di mana semakin ke depan, porsi LNG akan semakin besar, sehingga perlu infrastruktur tambahan. Kita coba kembangkan, sehingga nanti kita tidak hanya jadi penonton, tapi juga ada kepemilikan di infrastruktur ini,” ujarnya.
Ke depan, kerja sama ini akan diperluas mencakup pengembangan pengangkutan, penguatan armada, serta peluang bisnis pada komoditas energi rendah karbon beserta infrastruktur pendukungnya. Kedua perusahaan juga akan membentuk tim kerja untuk menjajaki proyek konkret dan skema kerja sama jangka panjang.
Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Pertamina Group sebagai penyedia solusi energi yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat pembangunan ekosistem energi rendah karbon di Indonesia. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































