Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah insiden udara yang membahayakan nyawa penumpang dilaporkan terjadi di langit Amerika Serikat (AS) setelah seorang pilot maskapai komersial melaporkan pesawatnya diduga kuat ditabrak oleh sebuah pesawat tak berawak atau drone saat hendak mendarat.
Mengutip laporan AFP, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (30/04/2026) sekitar pukul 08.30 waktu setempat di wilayah udara San Diego. Pesawat milik maskapai United Airlines dengan nomor penerbangan 1980 tersebut tengah terbang di ketinggian sekitar 3.000 kaki atau 900 meter saat insiden berlangsung, sekitar 90 menit setelah lepas landas dari San Francisco.
Rekaman percakapan antara menara kontrol lalu lintas udara di San Diego dengan pilot United Airlines tersebut mengungkapkan kekhawatiran bahwa pesawat jenis Boeing 737 tersebut telah melakukan kontak fisik dengan sebuah perangkat udara kecil. Sesaat sebelumnya, pilot sempat menghubungi menara kontrol untuk menanyakan apakah ada pilot lain yang melaporkan hal aneh di langit.
"Saya yakin saya baru saja melihat objek kecil berwarna merah, sekitar 1.000 kaki di bawah kami di sebelah kanan," ujar pilot tersebut melalui sambungan radio.
Petugas di menara kontrol kemudian meminta rincian lebih lanjut mengenai kemungkinan hantaman drone tersebut untuk memastikan kondisi pesawat. Sang pilot memberikan keterangan mengenai penampakan benda yang diduga menghantam badan pesawat miliknya.
"Benda itu sangat kecil sehingga saya tidak bisa memastikannya. Warnanya merah dan terlihat mengkilap," kata pilot kepada pengontrol lalu lintas udara.
Pihak maskapai United Airlines segera memberikan tanggapan resmi mengenai laporan adanya benda asing di jalur penerbangan mereka. Meski mengakui adanya laporan penampakan drone, pihak maskapai memastikan bahwa seluruh awak dan penumpang dalam kondisi selamat tanpa cedera sedikit pun.
"Penerbangan United 1980 melaporkan adanya potensi drone sesaat sebelum tiba di San Diego," tulis pernyataan resmi dari United Airlines.
Dalam keterangan lebih lanjut, maskapai menjelaskan bahwa pesawat yang membawa 48 penumpang dan enam awak tersebut berhasil mendarat dengan selamat sesuai jadwal. Setelah pesawat tiba di gerbang kedatangan, tim teknisi langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fisik pesawat Boeing tersebut.
"Penerbangan mendarat dengan selamat dan pelanggan turun secara normal di gerbang. Tim pemeliharaan kami tidak menemukan kerusakan setelah memeriksa pesawat secara menyeluruh," tambah pihak United Airlines.
Berdasarkan aturan Otoritas Penerbangan Federal (FAA), penggunaan drone dilarang keras di atas ketinggian 400 kaki kecuali mendapatkan otorisasi khusus. Selain itu, operator drone diwajibkan menjauhi wilayah udara terlarang, terutama di area sekitar bandara guna menghindari risiko kecelakaan fatal dengan pesawat komersial.
(tps/tps)
Addsource on Google

2 hours ago
3
















































