Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa perempuan Indonesia memegang peranan strategis sebagai pilar utama dalam mendorong perkembangan nasional, khususnya di sektor ekonomi. Hal tersebut disampaikan perempuan yang akrab disapa Kiki Widyasari tersebut dalam ajang CNBC Indonesia Top Women Fest 2026 yang mengusung tema "Celebration of Powerful Women, Strong Women, Strong Economy".
Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana perempuan dengan posisi strategis turut memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. "Perempuan-perempuan yang memiliki posisi powerful saat ini sangat berperan dalam mendukung penguatan dan pertumbuhan ekonomi di negeri kita," ujarnya dalam siaran CNBC Indonesia TV, dikutip Kamis (30/4/2026).
Foto: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari menyampaikan keyonote speech dalam acara Top Women Fest 2026 di Sarinah, Jakarta, Sabtu (25/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Ia juga membagikan pengalamannya usai melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS), termasuk menghadiri forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Dalam forum tersebut, isu pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama, terutama terkait fenomena missing middle-yakni pelaku usaha yang berada di antara skala mikro dan besar.
Dirinya menekankan bahwa sektor UMKM memiliki keterkaitan erat dengan perempuan. Berdasarkan data, sekitar 64,5% pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan, atau setara dengan lebih dari 37 juta pengusaha perempuan yang tersebar di berbagai sektor ekonomi.
"Ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.
Dalam kesempatan itu, Friderica juga mengutip pemikiran R.A. Kartini tentang pentingnya pendidikan perempuan sebagai fondasi pembentukan kualitas bangsa. Menurutnya, visi Kartini masih sangat relevan hingga saat ini, terutama dalam konteks peran perempuan di sektor ekonomi.
Lebih lanjut, Friderica menyoroti kondisi ekonomi global yang penuh tantangan akibat dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi. Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa Indonesia mampu menghadapi tekanan tersebut dengan fundamental ekonomi yang kuat.
Ia menyebut bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap solid, didukung oleh kinerja sektor jasa keuangan yang stabil. Pertumbuhan kredit perbankan, dana pihak ketiga, serta tingkat kredit bermasalah (NPL) yang terjaga menjadi indikator positif sementara reformasi di pasar modal Indonesia juga mendapat apresiasi dari investor global, termasuk lembaga seperti MSCI.
Di sisi lain, Friderica menekankan pentingnya digitalisasi dalam mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya melalui akses keuangan digital seperti fintech. Digitalisasi dinilai mampu membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan inklusi keuangan.
Namun, ia juga mengingatkan adanya risiko di balik perkembangan teknologi tersebut. OJK mencatat masih banyak perempuan yang menjadi korban penipuan di sektor keuangan digital akibat kurangnya literasi dan kewaspadaan.
Foto: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari menyampaikan keyonote speech dalam acara Top Women Fest 2026 di Sarinah, Jakarta, Sabtu (25/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Digitalisasi memiliki potensi besar, tetapi juga risiko yang besar. Karena itu, perlu adanya pendampingan dan edukasi agar perempuan dapat memanfaatkannya secara optimal dan aman," jelasnya.
Menutup sambutannya, Friderica berharap ajang ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menghasilkan langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia. "Dukungan perempuan untuk perempuan harus terus diperkuat agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara," pungkasnya.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 hour ago
2
















































