Penggunaan Dana Desa di Tapsel Tak Lagi Pakai Uang Tunai

3 hours ago 1
Sumut

22 Januari 202622 Januari 2026

Penggunaan Dana Desa di Tapsel Tak Lagi Pakai Uang Tunai Bupati Gus Irawan dalam sosialisasi CMS bagi seluruh pengelola Dana Desa di Tapsel. (Waspada.id/Ist)

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

TAPSEL (Waspada.id): Penggunakan anggaran Dana Desa di Kabupaten Tapanuli Selatan untuk membiayai kegiatan dan operasional seperti penggajian, tidak lagi dibayar lewat uang tunai. Tetapi transfer ke rekening atau lewat Cash Management System (CMS).

“Dari Bendahara Desa ke setiap penerima anggaran, tidak ada lagi penyerahan uang tunai. Harus ke bank atau ATM dulu untuk menukarnya menjadi uang tunai,” kata Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, Kamis (22/1/2026).

Hal itu diungkapkannya pada sosialisasi keuangan Penerapan CMS Transaksi Non Tunai bagi pengelola keuangan desa di aula Sarasi lantai tiga kantor Bupati Tapsel di Sipirok. Diikuti seluruh atau pengelola keuangan 212 desa se Tapsel, Kamis (22/01/2026).

Dalam arahannya ditegaskan, penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Ia menyampaikan bahwa kesepakatan penerapan sistem ini sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu.

“Melalui digitalisasi di sektor keuangan, sistim penuggunannya lebih cepat dan real-time,” tambah Gus sembari menyebut Pemkab Tapsel dari sekretariat, OPD, hingga kecamatan sudah lama menerapkan ini.

“Sangat penting untuk membantu kecepatan dan keakuratan dalam pengelolaan keuangan. Kalau pengelolaan keuangan sudah transparan, maka tidak perlu ditakuti, karena tidak ada lagi ruang untuk main-main,” tegas Bupati Tapsel.

Penerapan CMS non tunai diharapkan dapat mendorong pengelolaan keuangan desa yang lebih aman, transparan, dan akuntabel. Diyakini mampu mengurangi potensi kesalahan dan celah penyimpangan. Sekaligus menghemat waktu aparatur desa yang banyak tersita dalam penyusunan laporan keuangan secara manual.

“Saya berharap dana desa itu benar-benar berputar di desa. Semua potensi yang ada harus kita maksimalkan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Tapsel, Muhammad Yusuf, dalam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut kebijakan nasional dan daerah dalam penatausahaan keuangan desa.

“Tahun ini tata kelola keuangan desa di Tapsel menggunakan sistem digital yang transparan dan akuntabel. Diharap dapat mengurangi kecurangan dan meminimalkan risiko hukum. Tapsel daerah kedua yang menerapkan sistim ini setelah Humbang Hasundutan,” jelasnya.

Sementara Pimpinan Bidang Pemerintahan dan Divisi Jasa PT Bank Sumut, Dody Nurman Syahputra, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Tapsel dalam menerapkan digitalisasi keuangan desa. Menurutnya, kebutuhan informasi yang cepat dan akurat merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, termasuk pembinaan UMKM.

Ia berharap, sinergi dan komunikasi yang baik antara PT Bank Sumut dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dapat terus terjalin dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan daerah.

Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi dari narasumber Elida Dian Novita dan Muhammad Ikbal Harahap dari PT Bank Sumut, yang menjelaskan secara teknis penerapan Cash Management System dalam pengelolaan keuangan desa. (id45)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |