Pemerintah Pastikan Harga BBM Dan LPG Subsidi Tidak Naik

6 hours ago 3
Ekonomi

12 April 202612 April 2026

Pemerintah Pastikan Harga BBM Dan LPG Subsidi Tidak Naik Foto ilustrasi

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi tidak akan mengalami kenaikan meski tekanan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, tengah meningkat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Pemerintah berupaya agar harga BBM dan LPG subsidi di Indonesia tidak mengalami kenaikan dan kami terus mencari jalan keluar,” ujar Bahlil, dilansir dari liputan6.com, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia mencapai swasembada energi dan pangan dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian ESDM terus mendorong optimalisasi sumber daya energi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Kita akan berdayakan sumber daya alam yang kita punya, sehingga swasembada energi bisa tercapai,” tambahnya.

Di tengah dinamika global, pemerintah juga memastikan kondisi pasokan energi nasional tetap aman. Cadangan BBM saat ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga mendekati satu bulan ke depan, sementara cadangan LPG tersedia untuk sekitar 10 hari.

Komitmen untuk menjaga harga juga ditegaskan khususnya pada BBM subsidi dan LPG 3 kilogram, yang dinilai krusial bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Meski demikian, tantangan besar masih membayangi sektor energi nasional. Tingginya konsumsi menjadi salah satu faktor utama. Dalam periode 2024–2026, konsumsi BBM Indonesia diperkirakan mencapai 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari.

Dari jumlah tersebut, konsumsi bensin diperkirakan sekitar 100 ribu kiloliter per hari, sementara solar mencapai 111 ribu kiloliter per hari pada 2026.

Di sisi lain, produksi domestik baru mampu mencapai sekitar 600 ribu barel per hari. Ketimpangan ini membuat Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi.

Bahlil mengungkapkan, lebih dari 59 persen kebutuhan BBM nasional masih dipenuhi dari impor, dengan pasokan utama berasal dari Singapura dan Malaysia.

Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus fokus pemerintah dalam mendorong kemandirian energi nasional, agar ke depan Indonesia tidak lagi rentan terhadap gejolak pasar global. (lip6)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |