Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara perihal kemungkinan pemberian diskon tarif listrik pada 2026.
Menurut dia, hingga saat ini pemerintah belum membahas rencana pemberian diskon tarif listrik. Hanya saja, ia memastikan bahwa tarif listrik tidak mengalami kenaikan.
"Sampai dengan sekarang harga listrik tidak naik sampai sekarang. (Diskon) belum ada pembahasan," kata Bahlil saat ditanya terkait kemungkinan adanya diskon tarif listrik tahun ini, saat ditemui usai retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026) malam.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyebut bahwa sampai saat ini belum ada usulan terkait pemberian insentif diskon tarif listrik.
"Sampai sekarang belum ada usulan, nanti kita lihat seperti apa masukannya," ujar Purbaya dalam media briefing akhir tahun 2025, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Purbaya pun menegaskan jika perekonomian membaik pada triwulan pertama 2026, maka diskon tarif listrik ditiadakan tahun ini.
"Jadi kalau ekonominya sudah lari mah enggak usah. Nanti Anda doain saja saya kerjanya benar, sehingga ekonominya bagus," ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah pada awal tahun 2025 sempat mengeluarkan kebijakan diskon tarif listrik 50%. Di mana, pemberian diskon 50% diberikan kepada pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA yang berlaku selama dua bulan yaitu Januari dan Februari 2025.
Jumlah pelanggan yang menerima diskon tarif listrik pada saat itu mencapai 81,4 juta pelanggan Rumah Tangga (RT) dari total 84 juta pelanggan PLN. Diantaranya: 24,6 juta pelanggan dengan daya listrik 450 VA, kemudian 38 juta pelanggan 900 VA, lalu 14,1 juta pelanggan 1.300 VA dan 4,6 juta pelanggan 2.200 VA.
(ven/wia)
[Gambas:Video CNBC]

1 day ago
3
















































