Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya belum mendapatkan permohonan terkait dengan keringanan biaya listrik bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra.
"Belum sampai ke saya. Itu nanti mungkin PLN yang akan sampaikan ke saya. Tapi sampe sekarang belum," katanya usai APBN KITA Edisi Desember 2025, Kamis (8/1/2026).
Kendati belum ada proposal, Purbaya menuturkan pemerintah siap untuk memberikan insentif ini selama masa bencana. Namun, Purbaya juga mempertanyakan jika diskon listrik diberikan, masyarakat di daerah bencana belum sepenuhnya pulih, kegiatan produksi ekonomi belum berjalan.
"Kalau untuk daerah bencana selama masa itu harusnya ada, termasuk dana bencana kita. Tapi mereka belum produksi kan nggak punya tempat, jadi nggak punya uang," paparnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan tengah mempertimbangkan permohonan sejumlah kepala daerah terkait keringanan biaya listrik bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra.
Dengan begitu, pemerintah akan memberikan diskon tarif listrik khusus di wilayah terdampak bencana. Bahlil mengatakan pihaknya telah menerima surat permohonan resmi dari pemerintah daerah setempat mengenai insentif tersebut. Dia berkomitmen untuk merealisasikan bantuan diskon listrik, namun saat ini teknis pelaksanaannya masih dalam tahap perhitungan mendalam oleh kementerian.
"Nah untuk itu, ada surat permohonan dari beberapa kepala daerah kepada kami untuk meminta diskon listrik di wilayah lokasi bencana. Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/12/2025).
Skema pemberian diskon tersebut sedang dikaji, khususnya mengenai durasi waktu pemberian insentif serta total biaya yang harus ditanggung negara. Rencana kebijakan tersebut nantinya akan segera dilaporkan kepada Presiden untuk mendapatkan persetujuan final.
"Namun, kita lagi exercise berapa bulan dan biayanya berapa. Jadi kita lagi menghitung. Tapi saya pastikan saya akan laporkan kepada Bapak Presiden, karena pasti Bapak Presiden juga sudah memerintahkan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita," kata Bahlil.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

20 hours ago
6

















































