Kantor Purbaya Ungkap Uang Pemda Belum Dibelanjakan Rp108 T di 2025

21 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mengalami surplus Rp 41,7 triliun pada 2025.

Kondisi itu disebabkan, total belanja daerah yang tak mampu terserap optimal ketimbang uang yang masuk ke kas daerah. Nilai uang yang masuk atau pendapatan daerah sebesar Rp 1.288,3 triliun sedangkan belanja daerah Rp 1.246,6 triliun.

"Jadi enggak habis, maka tersisa kira-kira Rp 41,7 triliun," kata Suahasil saat konferensi pers APBN 2025, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Suahasil menjelaskan, mayoritas pendapatan daerah dalam APBN 2025 berasal dari anggaran TKD dari pemerintah pusat sebesar Rp 849 triliun. Baru nilai yang berasal dari pendapatan asli daerah atau PAD Rp 375,5 triliun.

Adapula dalam bentuk transfer antar daerah senilai Rp 50,3 triliun pada 2025, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 13,5 triliun hingga akhir tahun.

Sedangkan belanja daerah terbesar ialah untuk kebutuhan belanja pegawai Rp 455,8 triliun diikuti belanja barang dan jasa Rp 369,9 triliun, belanja modal Rp 179,3 triliun, dan belanja lainnya Rp 241,7 triliun.

Saat APBD masih mengalami surplus Rp 41,7 triliun hingga penghujung 2025, Suahasil mengatakan, daerah juga masih memperoleh pembiayaan senilai Rp 67,1 triliun.

Hal ini membuat nilai sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) pemda mencapai Rp 108,7 triliun, lebih tinggi 30,2% dari catatan pada 2024 Rp 83,5 triliun. Itu pun juga lebih tinggi dari SiLPA pemerintah pusat yang sebesar Rp 48,9 triliun.

"Ini yang kita harapkan bisa segera dibelanjakan daerah di awal 2026 supaya memberikan stimulus ke perekonomian daerah," tegas Suahasil.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |