JAKARTA (Waspada.id): Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) jamaah haji reguler telah mencapai 95,72 persen, sementara pelunasan jamaah haji khusus mencapai 96,5 persen. Pemerintah menargetkan pelunasan mencapai 100 persen dalam dua hari ke depan seiring pematangan seluruh tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2024.
Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf mengatakan, tingginya tingkat pelunasan tersebut menunjukkan kesiapan jamaah sekaligus menjadi dasar percepatan penyusunan kloter dan layanan haji di Arab Saudi.
“Pelunasan ini menjadi pijakan penting untuk memastikan kepastian layanan, mulai dari kloter, akomodasi, hingga transportasi,” ujar Irfan dalam paparan persiapan haji bersama jajaran Kementerian Haji dan Umrah serta awak media di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Pelunasan biaya haji di sejumlah daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dipastikan tidak mengalami kendala berarti. Bahkan, tingkat pelunasan jamaah haji di wilayah tersebut melampaui ekspektasi.
Secara nasional, capaian pelunasan jamaah yang telah memenuhi kriteria istitha’ah kesehatan hampir mencapai target maksimal.
“Persentase pelunasan sudah di atas 98 persen dan lebih dari target awal,” ujar Irfan.
Meski pemerintah telah memberikan relaksasi bagi jamaah di daerah bencana, realisasi pelunasan tetap sesuai dengan harapan. Kondisi ini menunjukkan antusiasme dan kesiapan jamaah haji yang tetap tinggi, sekalipun menghadapi situasi tak terduga akibat bencana alam.
Ia menegaskan, penyelenggaraan haji merupakan agenda strategis nasional yang harus disiapkan sejak dini, secara cermat, tepat waktu, dan mengedepankan kualitas pelayanan sesuai tuntutan zaman.
Menurut Irfan, penyelenggaraan haji ke depan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Untuk memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel, Kementerian Haji melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan.
Dalam hal layanan di Arab Saudi, pemerintah telah memastikan transportasi dan konsumsi jemaah 100 persen siap. Akomodasi di Madinah telah mencapai 93 persen, sementara akomodasi di Makkah masih dalam proses dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Pemerintah juga telah menetapkan dua syarikah sebagai penyedia layanan haji.
Terkait transportasi udara, Irfan memastikan jadwal penerbangan jamaah haji tahun ini telah ditetapkan lebih awal melalui maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Dengan kepastian tersebut, diharapkan tidak terjadi kendala signifikan seperti pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Dari sisi embarkasi, pemerintah menyiapkan seluruh embarkasi nasional dengan menambah dua embarkasi baru, yakni Embarkasi Banten untuk sebagian jamaah Jawa Barat serta Embarkasi Yogyakarta. Embarkasi Yogyakarta menjadi percontohan karena menggunakan hotel sebagai pengganti asrama haji.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan rekrutmen dan pembekalan petugas haji secara terbuka dan akuntabel. Saat ini, terdapat 179 fasilitator pelatihan (Training of Trainers/ToT) yang akan membina petugas haji.
Para petugas akan mendapatkan pembekalan selama satu bulan, meliputi kesiapan fisik, pemahaman tugas, fikih haji, serta bahasa Arab dasar.
Di bidang kesehatan, seluruh jemaah yang telah melunasi biaya haji telah menjalani pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya, sesuai permintaan otoritas Arab Saudi. Layanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama selama penyelenggaraan haji.
Pemerintah juga telah menyiapkan penyusunan kloter bagi 203 ribu jemaah haji reguler dan 18 ribu jemaah haji khusus, termasuk penetapan hotel, pembagian kelompok, serta penunjukan ketua kloter.
“Layanan Masyair, Murur, dan Tanazul disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan jamaah, khususnya pasca wukuf di Arafah,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah tengah melakukan pergeseran sumber daya manusia (SDM) dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) ke Kementerian Haji, baik di tingkat pusat maupun daerah, tanpa mengganggu persiapan haji.
Irfan menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelenggarakan ibadah haji secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan serta perlindungan jemaah. Media disebut sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan calon jamaah haji.(id11)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.




















































