Paskibraka Pidie Disaring Ketat, Integritas Jadi Syarat

4 hours ago 2

Langkah-langkah muda itu kini diuji waktu, antara ambisi dan panggilan jiwa yang satu untuk berdiri tegak di bawah Merah Putih, tanpa ragu dan tanpa semu.

Di tengah dinamika pembinaan generasi muda, peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pidie kembali menjadi sorotan melalui proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026.

Bukan sekadar menjalankan agenda tahunan, Kesbangpol tampil sebagai garda terdepan dalam memastikan lahirnya generasi muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kokoh dalam nilai kebangsaan.

Rangkaian seleksi yang dimulai sejak 19 Februari hingga 31 Maret 2026 untuk tahap pendaftaran, lalu berlanjut ke seleksi administrasi hingga 10 April 2026, kini memasuki fase krusial penyaringan peserta.

Dari 203 pendaftar awal, jumlah tersebut telah mengerucut menjadi 83 peserta, sebelum akhirnya disaring kembali menjadi 55 orang terbaik. Tahapan seleksi yang digelar pun menunjukkan keseriusan penyelenggara.

Pada 14 April 2026, peserta mengikuti tes wawasan kebangsaan dan Tes Intelegensi Umum (TIU) berbasis sistem online dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Selanjutnya, pada 15 April 2026, peserta menjalani tes kesehatan dan parade yang melibatkan TNI, Polri, tenaga medis dari Dinas Kesehatan, serta unsur Purna Paskibraka Indonesia, Pramuka, dan BNNK Pidie.

Di balik seluruh tahapan tersebut, peran koordinatif Kesbangpol menjadi kunci. Lembaga ini tidak hanya bertindak sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai penjamin kualitas proses seleksi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pidie, Teuku Iqbal, S.STP., M.Si., Jumat (17/4/2026) menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara ketat, objektif, dan transparan, dengan dipusatkan di Gedung Pidie Convention Center (PCC) Sigli.

“Seleksi ini tidak hanya menilai kemampuan akademik dan fisik, tetapi juga kedisiplinan, karakter, serta jiwa nasionalisme. Kami ingin memastikan yang terpilih benar-benar representasi terbaik dari generasi muda Pidie,” ujarnya.

Kesbangpol sebagai Penjaga Nilai Kebangsaan
Dalam konteks yang lebih luas, peran Kesbangpol tidak berhenti pada aspek teknis seleksi. Lembaga ini memikul tanggung jawab strategis dalam membina ideologi dan karakter kebangsaan generasi muda di daerah.

Pengamat pendidikan Pidie, M. Nasir, M. pd, menilai bahwa keterlibatan aktif Kesbangpol dalam proses seleksi Paskibraka merupakan langkah tepat dalam memperkuat fondasi nasionalisme di kalangan pelajar.

“Kesbangpol punya mandat menjaga nilai-nilai kebangsaan. Melalui Paskibraka, mereka tidak hanya menyeleksi peserta, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, proses seleksi yang terstruktur dan melibatkan banyak pihak menunjukkan adanya upaya serius dalam menjaga kualitas output.

Meski demikian, keberhasilan Kesbangpol juga diukur dari sejauh mana mereka mampu menjaga integritas proses seleksi. Pengamat kebijakan publik Rahmad Fadhil menilai bahwa transparansi tetap menjadi aspek krusial.

“Kesbangpol sudah berada di jalur yang benar dengan sistem seleksi berlapis dan berbasis digital. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan seluruh tahapan bebas dari persepsi negatif seperti ‘titipan’,” katanya.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi kepada publik akan menjadi indikator penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut.

Lebih dari Sekadar Seleksi

Apa yang dilakukan Kesbangpol Pidie dalam seleksi Paskibraka sejatinya adalah investasi jangka panjang. Mereka tidak hanya memilih siapa yang akan mengibarkan bendera pada 17 Agustus, tetapi juga menentukan siapa yang akan membawa nilai-nilai kebangsaan di masa depan.

Dari 83 peserta yang tersisa menuju 55 orang terpilih, setiap tahapan seleksi menjadi ruang pembelajaran, baik bagi peserta maupun penyelenggara. Di sinilah Kesbangpol diuji, bukan hanya dalam kemampuan teknis, tetapi juga dalam komitmen moral.

Jika proses ini dijalankan dengan integritas tinggi, maka Kesbangpol tidak hanya berhasil menyelenggarakan seleksi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik serta menjaga marwah Kabupaten Pidie.

Sebaliknya, jika terdapat celah ketidakadilan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas Paskibraka, tetapi juga kredibilitas institusi itu sendiri.

Harapan masyarakat kini bertumpu pada bagaimana Kesbangpol Pidie menuntaskan proses ini hingga akhir. Publik tidak hanya menunggu siapa yang terpilih, tetapi juga bagaimana proses itu dijalankan.

Karena pada akhirnya, kualitas sebuah seleksi tidak diukur dari hasilnya semata, tetapi dari integritas proses yang melahirkannya.

Pada akhirnya, yang berdiri di bawah Merah Putih bukan sekadar barisan terpilih, melainkan jiwa-jiwa yang teruji dalam sunyi dan jernih, sebab bangsa ini hanya akan tegak jika dijaga oleh mereka yang setia, bukan sekadar yang terpilih.

Muhammad Riza

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |