Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (16/3) di zona merah. IHSG terkoreksi 1,61% ke level 7.022,29.
Beberapa saham yang menjadi penggerak utama kenaikan pasar (leading movers) antara lain EMAS yang melonjak 17,86%, SMMA naik 9,00%, serta CPIN yang menguat 10,28%. Sementara itu, saham yang paling menekan indeks (lagging movers) di antaranya DSSA yang turun 8,03%, BRMS melemah 14,56%, dan AMMN terkoreksi 8,89%.
Dari sisi aliran dana asing, investor global masih mencatatkan aksi beli bersih. Di pasar reguler, asing membukukan net buy sebesar Rp177,51 miliar. Jika dihitung dari seluruh pasar, nilai beli bersih asing mencapai Rp1,02 triliun.
Secara sektoral, tekanan terjadi di sebagian besar sektor. Sebanyak 8 dari 11 sektor ditutup melemah. Sektor teknologi mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 2,34%. Di sisi lain, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan paling tinggi, naik 0,45%.
Berbeda dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat justru ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,83% ke level 46.946. S&P 500 menguat 1,01% ke posisi 6.699, sementara Nasdaq naik 1,22% ke level 22.374.
Meski demikian, volatilitas tinggi masih membayangi pasar global, baik di komoditas maupun saham. Pergerakan harga yang tajam terjadi terutama dari sektor energi ke saham teknologi, khususnya perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).
Di tengah kondisi tersebut, tren pelemahan pada pasar saham Indonesia masih terlihat kuat. Hal ini tercermin dari penurunan indeks ETF Indonesia EIDO yang turun 0,71% serta indeks MSCI Indonesia yang melemah 2,37%.
Sementara itu, Market Vectors Index Solutions (MVIS) mengumumkan perubahan komposisi indeks global sektor emas. Tiga emiten tambang emas Indonesia, yaitu Archi Indonesia (ARCI), Merdeka Gold Resources (EMAS), dan J Resources Asia Pasifik (PSAB) resmi masuk dalam indeks MVIS Global Junior Gold Miners Index (GDXJ). Masuknya ketiga saham tersebut dinilai dapat meningkatkan eksposur dan daya tariknya di mata investor global.
Namun, Bumi Resources Minerals (BRMS) belum masuk dalam konstituen indeks tersebut. Padahal, perusahaan ini mencatat kinerja yang cukup kuat dengan laba bersih yang hampir dua kali lipat menjadi US$50,08 juta, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$25,12 juta.
Dari sisi teknikal, saham BRMS diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi menuju area Rp650. Hal ini seiring terbentuknya pola lower low dan lower high serta indikator stochastic yang menunjukkan sinyal dead cross di area netral.
Di sisi korporasi, Merdeka Battery Materials (MBMA) menyiapkan dana maksimal Rp1,70 triliun untuk aksi pembelian kembali saham (buyback). Perseroan menargetkan pembelian hingga 1,80 miliar lembar saham.
Program buyback tersebut akan berlangsung mulai 17 Maret hingga 16 Juni. Dengan aksi ini, rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar diperkirakan turun menjadi sekitar 106,19 miliar lembar dari sebelumnya 107,99 miliar lembar.
Jika asumsi kurs berada di level Rp17.000 per dolar AS, laba per saham (EPS) MBMA diproyeksikan meningkat tipis menjadi Rp4,08 dari sebelumnya Rp3,91.
Secara teknikal, saham MBMA masih berada dalam tren bullish dengan kisaran pergerakan di rentang Rp630 hingga Rp720.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
-
CPIN - Buy 3900-3930 | TP 4020-4090 | SL 3680
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
CYBR - Buy 1420-1430 | TP 1470-1500 | SL 1340
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
IATA - Buy 75-77 | TP 79-82 | SL 70
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
RATU - Buy 4810-4820 | TP 5000-5125 | SL 4500
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
SCMA - Buy 268-270 | TP 280-284 | SL 252
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.(ayh/ayh)
Addsource on Google

4 hours ago
2
















































