Pakar Universitas Chicago Sebut Trump Putus Asa Hadapi Iran

3 hours ago 4
Internasional

15 Maret 202615 Maret 2026

Pakar Universitas Chicago Sebut Trump Putus Asa Hadapi Iran Presiden AS Donald Trump

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Profesor ilmu politik dari Universitas Chicago, Robert Pape menduga bahwa sebetulnya Presiden AS Donald Trump sudah sangat putus ada menghadapi Iran dalam perang yang makin memanas ini.

Menurut Pape, hal tersebut tercermin dari serangan AS ke pusat ekspor minyak mentah di Taheran, Pulau Kang. Di mana, Trump terlihat sekali ingin mengontrol situasi.

“Sulit untuk memahami pikiran siapa pun, apalagi pikiran Donald Trump. Tetapi saya pikir apa yang dia coba lakukan adalah mendapat kembali kendali atas situasi ketika dia kehilangan kendali dari jam ke jam, hari demi hari,” kata Pape kepada Al Jazeera, Sabtu (14/3).

Pulau Kharg memproses 90 persen dari total ekspor minyak Iran dan menangani 950 juta barel setiap tahun.

Di kesempatan itu, Pape mengatakan rencana awal AS menyerang Iran cuma dalam hitungan hari. Namun, karena tujuan tak tercapai AS terus menekan Iran tapi serangan balasan Teheran juga tak kalah intensif.

AS-Israel menggempur Iran dengan tujuan meruntuhkan rezim ulama dan menghancurkan program nuklir serta rudal balistik mereka. Namun, tak ada dari tujuan itu yang tercapai sempurna.

“Dia pikir dia akan mendapatkan perubahan rezim dan bahwa kepemimpinan Iran akan runtuh seperti rumah kartu remi, tetapi dia kemudian mengatakan terkejut mereka tidak runtuh,” kata Pape.

AS dan Israel Pusing, Drone Murah Iran Bikin Repot

Operasi AS-Israel memang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat top pertahanan. Namun, Iran punya kepemimpinan yang kuat dan tak mudah digoyah.

Mereka juga punya mekanisme pemilihan calon pemimpin tertinggi yang begitu jelas. Usai Khamenei tewas, Iran membentuk dewan pemerintah sementara.

Di waktu yang sama, Iran menyiapkan pengganti Khamenei dalam pemilihan yang diadakan Majelis Pakar. Lembaga ini, berisi 88 orang yang sudah melalui seleksi Dewan Penjaga.(cnni)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |