OJK Ungkap Rahasia Agar Hari Tua Sejahtera

7 hours ago 5

Yogyakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pentingnya mempersiapkan kondisi finansial sejak muda agar memiliki kehidupan yang lebih sejahtera di masa depan. Salah satu caranya adalah dengan memiliki perlindungan asuransi sejak dini.

Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK Sumarjono mengatakan masyarakat perlu mengantisipasi berbagai risiko yang dapat muncul di masa depan.

"Kalau mau sejahtera nanti di waktu tua, kita harus mempersiapkan, merencanakannya harus dari sekarang," ujar Sumarjono dalam Educational Class Jogja Financial Festival 2026 bertajuk "Muda Kaya Raya, Tua Sejahtera" di Jogja Expo Centre (JEC), Bantul, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, asuransi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, kondisi finansial hingga kesejahteraan. Namun tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih relatif rendah.

Berdasarkan data OJK, tingkat penetrasi asuransi Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 2,7%, masih tertinggal dibanding sejumlah negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Sumarjono menjelaskan rendahnya penetrasi asuransi disebabkan beberapa faktor. Salah satunya karena masyarakat sering kali belum menyadari berbagai risiko yang dapat memengaruhi kesejahteraan hidup.

Selain itu, pengalaman gagal bayar klaim di industri asuransi pada masa lalu juga dinilai memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi.

Meski demikian, ia melihat antusiasme masyarakat terhadap edukasi asuransi mulai meningkat, termasuk di kalangan anak muda.

Hal tersebut terlihat dari antusiasme peserta Educational Class yang diikuti pelajar hingga masyarakat umum dalam Jogja Financial Festival 2026.

Dalam sesi diskusi, sejumlah pelajar juga mengungkapkan alasan generasi muda masih enggan memiliki asuransi meski memahami pentingnya perlindungan keuangan.

Beberapa di antaranya karena istilah asuransi dianggap sulit dipahami. Selain itu, sebagian anak muda menilai asuransi tidak memberikan imbal hasil sehingga lebih memilih instrumen investasi seperti saham dan lainnya ketika memiliki dana lebih.

Masukan tersebut dinilai penting oleh para narasumber untuk memperluas edukasi dan meningkatkan penetrasi asuransi di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri & Internasional AAJI Handojo G Kusuma dan Direktur Keuangan Indonesia Financial Group (IFG) Heru Handayanto.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |