Neraca Pembayaran RI Defisit Jadi Alarm untuk Rupiah

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom ungkap kestabilan rupiah terancam akibat defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2025 jatuh ke titik terdalam sejak 2004.

Ekonom UOB Kay Hian Surya Wijaksana mengatakan bahwa memburuknya NPI memberikan dampak negatif langsung terhadap rupiah.

"Memburuknya neraca pembayaran berdampak langsung pada pelemahan nilai tukar rupiah sepanjang 2025, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi domestik," ucapnya kepada CNBC Indonesia pada Jumat (20/2/2026).

Surya sendiri memperkirakan rata-rata dolar pada 2026 di Rp17.000/1US$. "Rupiah itu banyak faktor. Rata-rata kami di 2026 Rp17.000/1US$ dan di akhir periode Rp17.300/1US$."

Selain itu, Surya juga mengatakan melemahnya ketahanan eksternal akan meningkatkan kerentanan struktural dan premi risiko, sehingga dapat menghambat investasi asing dan penciptaan lapangan kerja.

Menurut Surya, memburuknya defisit NPI tahun lalu disebabkan oleh, "Defisit neraca finansial sebesar US$4,54 miliar, seiring meningkatnya capital outflow dan menurunnya investasi langsung."

Untuk memperbaikinya, Surya menilai diperlukan penguatan iklim investasi guna membalikkan tren penurunan investasi langsung.

"Menjaga persepsi positif investor melalui konsistensi kebijakan, serta memanfaatkan surplus transaksi berjalan sebagai bantalan ketahanan eksternal."

Sementara itu, Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan ada dua hal yang melebarkan defisit NPI 2025.

"Di kuartal dua setelah Trump mengumumkan tarif dagang terjadi outflow di neraca finansial. Sementara di kuartal tiga, sempat ada volatilitas di pasar modal setelah demo di akhir Agustus," ucap David menjelaskan kepada CNBC Indonesia pada Jumat (20/2/2026).

David mengatakan perbaikan dan reformasi struktural terkait GCG, ease of doing bisnis, birokrasi transparansi, kebijakan fiskal yang prudent dan implementasi perjanjian kerjasama perdagangan & investasi dengan berbagai negara diharapkan bisa mendorong perbaikan NPI ke depan.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |