Apa Rahasia Sri Lanka Jadi Kebun Teh Dunia?

2 hours ago 3

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

20 February 2026 20:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Sri Lanka dikenal luas sebagai "Tea Garden of The World" atau kebun teh dunia. Julukan tersebut muncul berkat hamparan perkebunan teh yang luas di dataran tinggi berkabut serta nikmatnya teh Ceylon yang sudah mendunia.

Selain kayu manis, produksi teh menjadi salah satu sektor ekonomi penting bagi negara kepulauan di Asia Selatan tersebut. Setiap tahun, Sri Lanka mampu menghasilkan lebih dari 300 juta kilogram teh, yang sebagian besar ditujukan untuk pasar ekspor global.

Faktor Alam Jadi Kunci Produksi

Keunggulan Sri Lanka sebagai produsen teh tidak lepas dari kondisi geografisnya. Kombinasi ketinggian wilayah, curah hujan, suhu relatif sejuk, serta tanah subur menciptakan lingkungan ideal bagi tanaman teh.

Wilayah dataran tinggi seperti Nuwara Eliya, Dimbulla, hingga Uva dikenal menghasilkan karakter teh berbeda, mulai dari rasa ringan floral hingga aroma kuat dan segar. Variasi mikroklimat ini membuat teh Sri Lanka memiliki diferensiasi rasa yang cukup khas di pasar internasional.

Dari Krisis Kopi ke Industri Teh

Industri teh Sri Lanka bermula pada abad ke-19, ketika wabah penyakit merusak perkebunan kopi yang sebelumnya menjadi komoditas utama. Para pelaku usaha kemudian beralih ke teh, yang ternyata tumbuh jauh lebih optimal.

Dalam waktu relatif singkat, perkebunan teh berkembang pesat, didukung pembangunan pabrik pengolahan, sistem lelang, hingga jaringan ekspor global yang berpusat di Colombo.

Pilar Ekonomi dan Pariwisata

Hingga kini, sektor teh tetap menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan Sri Lanka. Industri ini menyerap banyak tenaga kerja sekaligus menopang pendapatan masyarakat di wilayah perkebunan.

Selain ekspor, lanskap perkebunan teh juga menjadi daya tarik wisata. Tur kebun teh, kunjungan pabrik, hingga pengalaman menginap di bungalow era kolonial menjadi bagian dari industri pariwisata berbasis komoditas tersebut.

Upaya Menjaga Reputasi Teh Ceylon

Pemerintah Sri Lanka bersama pelaku industri terus menjaga kualitas teh melalui riset, kontrol mutu, serta branding internasional "Ceylon Tea". Upaya keberlanjutan juga dilakukan agar produksi tetap ramah lingkungan sekaligus mempertahankan daya saing global.

(mae/mae)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |