Jakarta, CNBC Indonesia - Adik Raja Inggris Raja Charles III, Andrew Mountbatten-Windsor, dibebaskan dari tahanan polisi pada Kamis malam waktu setempat setelah ditangkap terkait dugaan pelanggaran dalam jabatan publik yang berhubungan dengan mendiang Jeffrey Epstein.
Melansir Reuters pada Jumat (20/2/2026), Andrew, yang berusia 66 tahun pada hari penangkapan, menjalani pemeriksaan seharian oleh detektif Kepolisian Thames Valley. Polisi menyelidiki dugaan bahwa ia pernah mengirimkan dokumen pemerintah rahasia kepada Epstein ketika masih menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris.
Kepolisian menyatakan pria yang ditangkap telah dibebaskan dengan status penyelidikan, yang berarti proses hukum masih berjalan.
Foto: Pangeran Andrew (REUTERS/CHRIS RADBURN)
Penangkapan anggota senior keluarga kerajaan ini belum pernah terjadi dalam sejarah modern Inggris. Andrew berada di urutan kedelapan dalam garis suksesi takhta. Seorang saksi melihatnya meninggalkan kantor polisi di Aylsham, Inggris timur, sekitar pukul 19.00 GMT, disambut sejumlah kecil fotografer dan kru televisi. Foto-foto menunjukkan ia duduk di dalam mobil dan tampak terguncang.
Raja Charles menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus tersebut. "Izinkan saya menyatakan dengan jelas: hukum harus berjalan," kata sang raja dalam pernyataan resmi.
Ia juga menegaskan pihak berwenang memperoleh dukungan dan kerja sama penuh dari keluarga kerajaan, meski Istana Buckingham tidak diberi pemberitahuan sebelumnya soal penangkapan itu. Raja Charles tetap menjalankan agenda publiknya pada hari yang sama tanpa komentar tambahan.
Andrew, putra kedua mendiang Ratu Elizabeth II, selama ini membantah melakukan kesalahan terkait Epstein dan menyatakan menyesali persahabatan mereka. Kantornya tidak menanggapi permintaan komentar. Ia juga belum berbicara di depan umum sejak pemerintah Amerika Serikat merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen terkait Epstein.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa pada 2010 Andrew meneruskan laporan perjalanan resmi ke Vietnam dan Singapura kepada Epstein saat menjabat sebagai Perwakilan Khusus Pemerintah untuk Perdagangan dan Investasi. Ia mengundurkan diri dari peran itu pada 2011 setelah hubungan dekatnya dengan Epstein terungkap.
Asisten Kepala Kepolisian Thames Valley Oliver Wright mengatakan penyelidikan dibuka setelah penilaian menyeluruh.
"Kami memahami minat publik yang signifikan dalam kasus ini dan akan memberikan pembaruan pada waktu yang tepat," ujarnya.
Polisi juga menyebut pelanggaran jabatan publik merupakan pelanggaran hukum umum (common law) yang kompleks, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup dan ditangani di Pengadilan Tinggi (Crown Court). Namun, penangkapan tidak berarti yang bersangkutan bersalah.
Kasus ini menandai titik terendah baru bagi Andrew, yang pada 2019 dipaksa mundur dari seluruh tugas resmi kerajaan dan kemudian dicabut gelar serta kehormatannya oleh sang kakak pada Oktober lalu. Pada 2022, ia menyelesaikan gugatan perdata di Amerika Serikat yang diajukan mendiang Virginia Giuffre, meski penyelidikan polisi saat ini tidak terkait dengan gugatan tersebut maupun tuduhan pelanggaran seksual lainnya.
Menanggapi penangkapan itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutnya sebagai "aib" dan menyatakan keprihatinannya terhadap keluarga kerajaan. Keluarga Giuffre juga menyatakan tidak ada seorang pun yang kebal hukum, termasuk keluarga kerajaan.
Selain perkara ini, kelompok anti-monarki Republic melaporkan dugaan keterlibatan Andrew dalam perdagangan seorang wanita ke Inggris pada 2010. Kepolisian Thames Valley menyatakan sedang menilai laporan tersebut.
Anggota parlemen AS juga mendesak agar Andrew bersaksi di hadapan komite terkait apa yang diketahuinya tentang Epstein. Sementara itu, mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan penyelidikan atas dugaan kelalaian otoritas dalam pergerakan Epstein melalui Bandara Stansted London, yang kini turut diselidiki Kepolisian Essex.
(sef/sef)
Addsource on Google

2 hours ago
1
















































