NATO Mulai Panik, AS Mau Tarik Pasukan dari Eropa?

10 hours ago 9

Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat senior Eropa akan berupaya meyakinkan Amerika Serikat (AS) bahwa negara-negara NATO tengah memperkuat pertahanan mereka. Langkah ini dilakukan di tengah ketidakpastian mengenai hasil peninjauan pengerahan pasukan AS di Eropa.

Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan Elbridge Colby dijadwalkan memberikan pengarahan kepada para duta besar negara anggota NATO di Brussel pada Kamis (27/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi sekutu Eropa untuk menyampaikan kontribusi mereka terhadap pertahanan benua.

"Kami tidak tahu apakah itu latihan nyata atau apakah keputusan sudah diambil," kata seorang pejabat Eropa kepada Reuters. "Apa yang ingin kami pastikan adalah bahwa AS memahami bahwa mereka dapat mengandalkan banyak sekutu."

Washington pada Juni mengumumkan peninjauan selama enam bulan terhadap postur pasukannya di Eropa. Langkah tersebut dilakukan ketika pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong negara-negara Eropa mengambil tanggung jawab lebih besar atas pertahanan kawasan.

AS saat ini menempatkan sekitar 80.000 tentara di Eropa. Dalam beberapa bulan terakhir, Washington telah mengumumkan penarikan sejumlah pasukan sekaligus mengurangi kontribusinya terhadap sejumlah rencana pertahanan NATO.

Dua dokumen yang diedarkan AS kepada negara anggota selama musim panas turut memicu pertanyaan mengenai arah kebijakan Washington. Dokumen tersebut mencantumkan tujuan peninjauan, termasuk akses, pangkalan, dan penerbangan di kawasan Eropa, serta mendorong sekutu Eropa memimpin pertahanan benua.

Negara-negara NATO juga menerima kuesioner mengenai pengeluaran pertahanan, strategi, pengadaan, hingga dukungan terhadap prioritas kebijakan luar negeri AS. Salah satu pertanyaan bahkan meminta negara anggota menjelaskan apakah mereka bersedia mengurangi atau menghapus pembatasan terhadap akses, pangkalan, dan penerbangan AS.

Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur mengatakan negaranya sedang menyiapkan jawaban atas kuesioner tersebut. "Estonia berbagi pandangan bahwa Eropa perlu berbuat lebih banyak untuk pertahanannya sendiri," ujarnya.

Colby mengatakan peninjauan itu ditujukan untuk memperkuat aliansi. Namun, sejumlah diplomat Eropa khawatir proses tersebut justru mendorong persaingan antarnegara anggota untuk mendapatkan perhatian Washington.

"Beberapa sekutu membuat tawaran kepada AS untuk meningkatkan persyaratan bagi pasukan dan hak dasar," kata seorang pejabat Eropa.

Di tengah ketidakpastian tersebut, seorang sumber NATO menilai keputusan akhir tetap sulit diprediksi karena Colby bukan satu-satunya pengambil keputusan.

"Apapun yang dia katakan mungkin akan ditolak oleh Trump atau (Menteri Pertahanan Pete) Hegseth dalam waktu 20 menit," kata sumber tersebut.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |