Partai Golkar Bantu Rp1 Miliar
Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat membuka Musda XI Partai Golkar Aceh, Minggu (30/11/2025). Waspada.id/Munawardi
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BANDA ACEH (Waspada.id): Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Sumatera, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan, pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Aceh akan menjadi ajang konsolidasi penanganan bencana banjir.
Hal itu diungkapkan Doli usai kepada Waspada.id, usai membuka Musda XI DPD Partai Golkar Aceh yang berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Minggu (30/11/2025).
Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN
Ia mengatakan, Musda XI tetap digelar dengan pertimbangan matang di tengah duka bencana banjir dan longsor yang melanda provinsi tersebut. Dikatakan, Musda merupakan amanat organisasi yang wajib dilaksanakan oleh struktur partai, baik di pusat maupun daerah.
Karena itu, sambung dia, meski Aceh sedang dilanda musibah, Golkar tetap menggelar Musda dengan penyesuaian dan pembatasan. “Musda XI ini digelar dengan banyak pertimbangan. Aceh sedang berduka, tapi Musda adalah kewajiban partai sehingga tidak bisa dielak. Pelaksanaannya tetap dilakukan dengan catatan dan penuh keprihatinan,” kata Doli.
Doli menegaskan, Musda XI bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum konsolidasi besar agar seluruh potensi Golkar terarah untuk membantu korban banjir serta mendukung rehabilitasi pascabencana.
Ia mendorong Musda XI mengesahkan pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana dan Rehabilitasi Pascabencana. Satgas tersebut akan mendirikan posko-posko di seluruh kabupaten/kota, bahkan hingga tingkat kecamatan pada titik-titik yang terdampak banjir.
“Satgas ini harus bekerja cepat. Posko harus berdiri di kabupaten/kota hingga kecamatan tempat musibah terjadi. Kita ingin seluruh struktur partai bergerak membantu masyarakat,” ujarnya.
Bantu Rp1 Miliar
Sebagai bentuk komitmen, Partai Golkar mulai menyalurkan bantuan awal sebesar Rp1 miliar untuk mendukung penanganan darurat bencana di Aceh. Doli berharap langkah ini menjadi stimulus agar lebih banyak dukungan mengalir dari pengurus daerah, kader, serta mitra dan sponsor yang ingin membantu masyarakat.
Melihat situasi daerah yang ia nilai “sangat berat”, Doli menyampaikan rencana Musda XI Golkar Aceh untuk mengirimkan permohonan resmi kepada pemerintah pusat agar Aceh ditetapkan sebagai daerah darurat bencana nasional.
“Dalam Musda ini kita akan mengumpulkan seluruh data. Situasi di banyak daerah sangat berat. Saya mengusulkan agar Musda XI mengirim permohonan kepada Presiden untuk menetapkan Aceh sebagai daerah bencana nasional, sehingga perhatian pemerintah pusat dapat lebih besar,” tegasnya.
Doli menyebut langkah itu penting agar pemerintah pusat dapat mengerahkan sumber daya lebih luas dalam penanganan bencana, termasuk logistik, evakuasi, hingga upaya rehabilitasi jangka panjang.
Sementara Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, T M Nurlif, menegaskan, Musda digelar tanpa kemeriahan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat.
Menurutnya, banyak kader tidak dapat hadir karena sedang membantu warga di daerah masing-masing. “Musda ini kita laksanakan sesederhana mungkin, namun tetap khidmat,” ujarnya.
Nurlif mengapresiasi bantuan awal Rp1 miliar dari DPP Golkar dan berharap langkah tersebut dapat memicu solidaritas dari seluruh kader.
“Kita berharap dapat mengumpulkan tambahan bantuan dari provinsi, kabupaten/kota, hingga keluarga besar Golkar untuk meringankan beban masyarakat,” kata Nurlif.
Musda dijadwalkan berlangsung satu hari agar para kader dapat segera kembali ke daerah masing-masing untuk membantu penanganan bencana. (id64)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































