Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengungkapkan kengerian dunia yang masih dihantui oleh ketidakpastian ke depannya. Dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Salah satu tantangan pertama yang Chairul Tanjung atau CT soroti adalah geopolitik. Menurutnya, masalah ini tidak pernah selesai, contohnya Ukraina-Rusia, Israel dan Palestina, Iran, Hamas dan yang terbaru adalah AS dan Greenland, setelah Venezuela. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Dalam sesi diskusi pertama menghadirkan Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan OJK, Dian Ediana Rae, dan Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu membahas terkait pertumbuhan, stabilitas rupiah, reformasi pasar, dan penguatan sektor keuangan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi RI di 2025 yang mencapai 5,11% (yoy) dan ekonomi Kuartal IV-2025 sebesar 5,39% (yoy) sebagai pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dibanding negara di G20 sehingga menjadi momentum baik untuk melompat lebih tinggi. Kinerja ekonomi RI yang positif tercermin dari penambahan lapangan kerja yang bisa bertambah 1,37 juta lapangan kerja di Q4-2025. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Dari sisi Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyebutkan fundamental ekonomi RI yang kuat di tengah ketidakpastian global yang kuat termasuk di AS. Dimana perkembangan ekonomi Negeri Paman Sam akan membawa era suku bunga tinggi masih bertahan, kondisi ini menyebabkan investor lari ke safe haven seperti emas sehingga emas meroket dan mata uang yang memberikan imbal hasil tinggi sehingga Kondisi ini membuat posisi Rupiah masih mengalami pelemahan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Dari sisi OJK, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Dian Ediana Rae menyampaikan perkembangan penguatan dan transformasi di pasar modal Indonesia. Salah satunya terkait permasalahan dalam penilaian MSCI yang menunda rebalancing indeks saham Indonesia yang tidak terjadi tiba-tiba sehingga langkah reformasi sudah menjadi keniscayaan dan pasar modal RI akan menerapkan best practice internasional. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyoroti masih tingginya suku bunga kredit perbankan di Indonesia. Data LPS mencatat simpanan di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) mencapai Rp 3.336 triliun atau 30% dari total simpanan Rp 13.424 triliun. Simpanan di atas TBP paling banyak dimiliki korporasi swasta 50,31%, disusul pemerintah dan BUMN 22,77%, individu 22,69%, serta lainnya 4,23%. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

2 hours ago
2
















































