BANDA ACEH (Waspada.id): Sebagai ikhtiar sederhana menghadirkan kembali senyuman anak-anak di Aceh Tamiang pasca banjir bandang dan longsor, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh melakukan kegiatan psikososial di lima titik selama lima hari pada empat kecamatan.
Hal tersebut diungkapkan Pendiri PKBM Ruman Aceh, Rizky Sopya S.Pd., yang menjadi koordinator kegiatan tersebut sepulang dari titik ke lima di Desa Opak, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang pada Jumat (2/1/2026) siang.
“Selama lima hari kita hadir melalui kegiatan psikososial di lima titik. Beragam aktivitas kita lakukan bersama anak-anak untuk menghadirkan kembali senyum mereka pasca dillanda bencana banjir bandang dan longsor pada akhir November lalu”, ujar Rizky.
Lima titik tersebut, kata Rizky, tersebar di empat Kecamatan. Pertama, Desa Rantau Pauh dan Durian di Kecamatan Rantau. Kedua, Desa Tanjung Karang di Kecamatan Karang Baru. Ketiga, Desa Lubuk Sidup di Kecamatan Sekrak. Keempat, Desa Opak di Kecamatan Bendahara.

Kegiatan dimulai dengan berkumpul, berkenalan, bercerita, bermain kolase kata love di atas kertas manila. Ada juga membuat rumah 3D dan menghias kertas manila mozaik. Setelah itu dibagikan titipan dari para donatur. Ada yang mendapat paket belajar atau paket kebersihan dan atau paket hadiah.
Ada pula paket makanan ringan berupa orek tempe dicampur kacang dan ikan teri yang diracik di basecamp Ruman Aceh.
“Anak-anak merasa sangat senang. Karena sudah lama tidak belajar dan bermain di sekolah. Bahkan, Imam Masjid di salah satu titik kegiatan kita mengungkapkan bahwa ini pertama kali ada yang datang untuk bermain dengan anak-anak mereka”, ujar Rizky tersenyum.
Bagikan 480 Paket
Sementara itu, Pembina PKBM Ruman Aceh, Ahmad Arif, mengutarakan bahwa tim Posko Belajar Ceria membagikan 480 paket kepada anak-anak di lima titik kegiatan yang terdiri dari 240 paket belajar, 120 paket kebersihan dan 120 paket hadiah.
Paket belajar senilai Rp50.000 berisi buku gambar, pensil, rautan, penghapus, lem stik, drayon dan plastisin. Sedangkan paket kebersihan senilai Rp86.000 berisi sabun mandi, sampo, sisir, handuk, bedak dan minyak kayu putih. Adapun paket hadiah senilai Rp90.000 berisi selimut, sandal, masker, air mineral, permen, balon, susu UHT dan biscuit.
“Semua paket tersebut dibeli dari 100 persen donasi para donatur yang terhimpun dalam seminggu penggalangan dana di akun social media. Sedangakan semua biaya operasional menggunakan kas Ruman Aceh dan Prof. Nishi, guru besar dari Kyoto University, Jepang, yang mengkhususkan donasinya untuk operasional”, tutur Arif.
Kata Arif, selain personal, ada empat komunitas yang berdonasi, yakni KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) Aceh berupa 100 paket belajar senilai Rp6 juta, masjid Fatahillah Pasar Tanah Abang Jakarta senilai Rp2,5 juta.
Selanjutnya, keluarga penerima manfaat PKH (Program Keluarga Harapan) dari empat desa di Kecamatan Jaya Baru. Yaitu, Lamtemen Timur, Lamjamee, Emperom dan Punge Blang Cut dengan total Rp1,5 juta dan beras 15 Kg.
Dan terakhir dari, Sahabat Syurga dari Singapura senilai Rp20 juta berupa 100 paket hadiah dan 100 paket belajar. Khusus paket hadiah, mereka tambahkan jumlah susu dan biscuit, sehingga nilai per paketnya menjadi Rp150.000.
“Terima kasih banyak kepada empat komunitas tersebut beserta 34 sahabat lain yang telah berbagi rezeki untuk hadirkan kembali senyuman anak-anak di Aceh Tamiang. Berkah, berbagi, bersama, Insya Allah”, pungkas Arif tersenyum.(id66)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.




















































