Mendag Lepas Ekspor Pinang ke Maldives-Bangladesh Rp2,2 Miliar

1 day ago 11

Bogor, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melepas ekspor produk pinang senilai Rp2,2 miliar ke Maladewa (Maldives) dan Bangladesh dalam seremoni yang digelar di Kampus IPB, Bogor, Jumat (12/6/2026).

Ekspor yang dilakukan oleh perusahaan rintisan mahasiswa, Ekspor Tani Nusantara, tersebut mencakup volume pengiriman sekitar 54 ton pinang.

Pelepasan ekspor ini menjadi salah satu bukti semakin terbukanya peluang pasar internasional bagi produk pertanian Indonesia, termasuk yang dikembangkan oleh pelaku usaha muda dari kalangan mahasiswa.

"Jadi yang diekspor hari ini, itu produk pinang (nilainya) Rp2,2 miliar ya, ekspornya ke Maladewa (Maldives) dan Bangladesh," kata Budi usai seremonial pelepasan ekspor produk pinang.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah membidik pasar India sebagai tujuan utama ekspor pinang Indonesia. Namun, akses langsung ke negara tersebut masih terkendala tingginya tarif impor yang berlaku saat ini.

"Kita sebenarnya pengennya langsung ke India juga ya, tapi India itu kan masih tinggi tarif impornya. Nah kita terus bernegosiasi biar dapat tarif yang lebih rendah, tapi sementara bisa lewat Bangladesh misalnya, atau juga Sri Lanka, karena mereka punya perjanjian dagang dengan India," ujarnya.

Menurut Budi, Bangladesh dan Sri Lanka saat ini dapat dimanfaatkan sebagai jalur alternatif untuk menjangkau pasar India sembari pemerintah melanjutkan perundingan, guna memperoleh tarif yang lebih kompetitif bagi produk Indonesia.

Sementara itu, CEO Ekspor Tani Nusantara Al Fiqie menjelaskan, pengiriman yang dilepas hari ini mencapai sekitar 54 ton dengan total nilai barang sekitar Rp2,2 miliar.

"Oh iya untuk sekarang volumenya sekitar 54 ton," ucap Fiqie dalam kesempatan yang sama.

Ia mengatakan, perkembangan usaha yang dijalankannya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pelatihan, pendampingan, akses pasar, hingga business matching yang diberikan Kementerian Perdagangan dan IPB University.

"Kemudian ya saya juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada IPB, Kementerian Perdagangan yang selalu mensupport kita, apakah dalam bentuk support pelatihan, pendampingan, akses pasar, business matching, dan salah satu juga permodalan," katanya.

"Karena kita ngerasa untuk bisa growth (tumbuh) pun juga nggak bisa dari satu pihak, kita mencoba untuk berkolaborasi dengan banyak pihak. Jadi yang pada akhirnya memang beberapa hal yang menjadi kendala kita ya yang pada akhirnya bisa dibantu dari Kementerian Perdagangan dan IPB University," lanjut dia.

Fiqie mengungkapkan, salah satu dukungan yang paling dirasakan adalah kesempatan mengikuti Shanghai Expo pada bulan lalu yang difasilitasi Kemendag dan IPB. Dari ajang tersebut, perusahaannya berhasil mendapatkan sejumlah calon pembeli potensial dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan nilai total Rp33 miliar.

"Salah satu hal yang kita dapatkan privilegenya ya kita beberapa bulan lalu ikut pameran dagang di Shanghai Expo, bulan lalu, dan itu difasilitasi dari Kemendag dan juga IPB, yang pada akhirnya dari kita nggak mengeluarkan biaya sama sekali, dan kita mendapatkan beberapa potensial buyer. Salah satu yang sudah MOU itu dengan total nilai Rp33 miliar, empat produk komoditas pertanian, yang diminta salah satunya Arabica beans, kemudian ada vanilla beans, ada cocoa beans dan juga pinang itu sendiri," jelasnya.

Menurut Fiqie, usaha ekspor tersebut telah dirintis sejak dirinya masih duduk di bangku kuliah semester tiga. Sejak mulai aktif mengekspor pada 2022, kapasitas pengiriman terus meningkat signifikan.

"Ekspor ini sudah kita jalankan semenjak di bangku perkuliahan, di semester 3. Namun memang baru eksisting dan repeat tiap bulannya kita mulai dari tahun 2022, yang awalnya 1 kontainer per 3 bulan, sekarang udah 5 sampai 6 kontainer per bulannya," ungkap Fiqie.

Saat ini, pasar ekspor yang digarap masih didominasi produk pinang belah dan pinang bulat. Namun ke depan, perusahaan tersebut menargetkan pengembangan berbagai produk turunan untuk meningkatkan nilai tambah ekspor.

"Untuk di kondisi sekarang, pasar eksis kita baru di pinang belah sama pinang bulat. Namun untuk target jangka panjang, kita mencoba untuk menciptakan produk turunannya seperti slice betel nut, roasted betel nut, dan juga turunan sebagainya, karena memang untuk sampai ke tahap itu ya kita perlu investasi yang cukup besar," katanya.

Dalam tiga tahun mendatang, Ekspor Tani Nusantara juga berencana berkolaborasi dengan berbagai hasil riset IPB untuk menghasilkan produk olahan dan setengah jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan komoditas mentah.

"Namun memang dalam 3 tahun target kita, ke depan kita lagi mencoba untuk mengkombinasikan dengan beberapa riset yang ada di IPB, yang nantinya mungkin produk yang kita kirimkan ke luar nggak hanya tentang produk raw materials, tapi barang yang sudah diolah, atau mungkin setengah jadi," ujar Fiqie.

Ia melihat peluang pengembangan produk turunan cukup besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar Timur Tengah yang memanfaatkan pinang sebagai bahan ekstrak maupun produk herbal.

"Karena kalau kita lihat dari pasar Timur Tengah itu barang yang reject nya pun juga ada pasarnya, namun kebanyakannya kita lihat end buyer-nya itu digunakan untuk ekstrak, ataupun ada untuk herbal dan sebagainya. Jadi untuk target jangka panjang mungkin ketika nanti beberapa produk sudah eksisting, nanti bakal kita ciptakan produk turunan, yang nanti kita coba kolaborasikan dengan beberapa riset dari IPB," pungkasnya.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |