Mekeu: Indonesia Miliki Ketahanan Fiskal Yang Kuat

5 hours ago 4
Ekonomi

 Indonesia Miliki Ketahanan Fiskal Yang Kuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa . (ist)

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia memiliki ketahanan fiskal yang kuat, sehingga tidak bergantung pada bantuan asing atau lembaga internasional di tengah ketidakpastian global saat ini.

Menkeu menfatakan, posisi fiskal Indonesia saat ini ditopang bantalan anggaran yang cukup besar, sehingga mampu menghadapi tekanan eksternal tanpa harus mengandalkan bantuan luar negeri.

“Mereka (International Monetery Fund/IMF) menyiapkan dana untuk negara-negara yang butuh, saya diam saja. Karena uang saya banyak, ada Rp 402 triliun di Saldo Anggaran Lebih (SAL),” ujar Purbaya di kutip dari KompasTV, Jumat (17/4/2026).

Ia membandingkan, dana yang dimiliki lembaga internasional tersebut relatif terbatas karena harus dibagi ke banyak negara.

“Dia hanya punya mungkin 20–40 miliar dollar AS, sama dengan World Bank. Jadi ya sama dengan uang kita. Dia untuk dibagi-bagi ke banyak negara, kita punya buat sendirian. Jadi pertahanan kita cukup berlapis-lapis dibanding yang lain,” ungkapnya.

Purbaya menjelaskan, kekuatan tersebut berasal dari pengelolaan fiskal yang disiplin, terutama dalam menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pemerintah, lanjut dia, telah menyiapkan berbagai langkah penyesuaian agar defisit tetap terkendali tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

“Buktinya di tahun 2025, orang anggap defisit bisa tembus 3,4–3,5 persen, tapi bisa kita kendalikan. Di awal laporan kita turun ke 2,9 persen,” jelas Purbaya.

Bahkan, sambungnya, diperkirakan realisasi defisit tersebut masih berpotensi lebih rendah dari angka sementara.

“Tapi angka yang sesungguhnya nanti kelihatannya di bawah 2,9 persen, mungkin di kisaran 2,8 persen,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Purbaya menilai Indonesia mampu mengelola anggaran secara efisien, sekaligus menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap tinggi.

Menkeu menekankan bahwa model pengelolaan fiskal Indonesia tersebut bahkan menjadi contoh bagi negara lain, karena mampu menjaga keseimbangan antara disiplin anggaran dan pertumbuhan ekonomi.

“Kita juga bilang ke IMF dan lain-lain, bahwa kita bisa belanja dengan efisien, tapi tumbuhnya lebih cepat dibanding negara-negara di kawasan,” tutur Purbaya.

Menurutnya, Indonesia saat ini termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi di kelompok negara berkembang, meskipun tetap menjaga defisit fiskal relatif rendah dibanding negara lain. (Id88)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |