Market AI RI Level 2: di Depan Malaysia, Tertinggal Dari Singapura

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Commercial Lead Indonesia AMD Brando Lubis mengungkapkan pasar kecerdasan buatan (AI) di Indonesia masih berada di tahap awal atau level 2, dan bisa terus dikembangkan. Dengan potensi pasar yang besar, AI dapat menjadi fondasi operasional pabrik manufaktur, hingga pekerjaan sehari-hari.

"AI dapat menjadi sebuah fondasi dalam adopsi teknologi di market saat ini," ujar Brando dalam CNBC Indonesia Tech & Telco Forum 2026, Rabu (6/5/2026).

Saat ini Indonesia berada level 2 yang berarti memiliki potensi besar, dan fokus pada arah investasi yang sesuai. Penggunaan AI di level ini pun bersifat percobaan atau berbasis proyek, dan diperlukan pengembangan dalam infrastruktur, data, proses, dan skill.

Salah satu perusahaan yang telah mengadopsi AI dalam manajemen jaringannya adalah Indosat. Dalam penerapan AI, Indonesia hanya lebih unggul dibandingkan Malaysia yang masih belum terkoordinasi dalam penggunaannya. Sementara dibandingkan Singapura, Indonesia masih tertinggal cukup jauh.

Saat ini, Singapura telah ada di level 5 dimana penggunaan AI dan organisir data sudah lebih komprehensif. Penggunaan AI pun sarat dengan inovasi, dan telah diadopsi hingga level tertinggi. Salah satu perusahaan yang telah mengadopsi AI adalah DBS Bank dan Grab.

Jika nantinya Indonesia sudah naik ke level 4-5, ada teknologi lanjutan yang bisa dikembangkan. Brando mengatakan, di sinilah peran AMD sebagai perusahaan semikonduktor yang menopang banyak teknologi. Brando mengatakan AMD juga berkolaborasi dengan Google, Meta, hingga Microsoft, untuk merumuskan dan mengatur open system.

"Kita menjadi salah satu dari dua vendor yang menyediakan teknolgi GPU AI di market, kemudian AI PC juga. Jadi AMD ada di hampir semua industri dan di balik semua teknologi," ungkapnya.

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |