Marak Fenomena Diler Mobil China Gusur Produk Jepang, Ini Kata BYD

7 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspansi jaringan dealer brand asal China termasuk BYD di Indonesia belakangan menjadi sorotan. Di sejumlah daerah, kehadiran diler tersebut terlihat menempati lokasi yang sebelumnya digunakan oleh brand otomotif lain khususnya Jepang, termasuk beberapa diler yang telah lama beroperasi.

Di tengah berkembangnya fenomena tersebut, PT BYD Motor Indonesia menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki strategi khusus untuk menggantikan keberadaan diler merek lain. Menurut perusahaan, pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan pertimbangan bisnis dan akses pasar.

"Oh nggak, kita nggak pernah menyampaikan secara spesifik kita mengganti dealer yang sudah ada," kata Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan saat peluncuran M6 DM di Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa ketersediaan lahan maupun bangunan komersial di kawasan strategis sebenarnya cukup terbatas. Akibatnya, lokasi yang dianggap ideal sering kali merupakan area yang sebelumnya sudah digunakan oleh pelaku industri otomotif lainnya.

BYD M6 DM dan Operation Director PT BYD Motor Indonesia, Nathan Sun dalam peluncuram harga BYD M6 DM di Senayan, Jaksel, Jumat (12/6/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)BYD M6 DM dan Operation Director PT BYD Motor Indonesia, Nathan Sun dalam peluncuram harga BYD M6 DM di Senayan, Jaksel, Jumat (12/6/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: BYD M6 DM dan Operation Director PT BYD Motor Indonesia, Nathan Sun dalam peluncuram harga BYD M6 DM di Senayan, Jaksel, Jumat (12/6/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

"Memang kita juga tahu bersama ya, khususnya di daerah, commercial area itu kan limited dan business district itu biasanya berlokasi di main road," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat melihat banyak showroom BYD berdiri di lokasi yang sebelumnya ditempati dealer merek lain. Namun menurut perusahaan, hal itu lebih disebabkan oleh faktor ketersediaan properti dibandingkan strategi mengambil alih jaringan kompetitor.

BYD menilai lokasi di jalan utama masih menjadi pilihan paling efektif untuk memperkenalkan produk sekaligus mendekatkan layanan kepada konsumen. Karena itulah perusahaan cenderung memilih area yang sudah dikenal sebagai pusat aktivitas bisnis otomotif.

"Nah memang salah satu strategi BYD adalah kita harus menempatkan jaringan penjualan kita di lokasi strategis," kata Luther.

Perusahaan juga menegaskan bahwa kemunculan diler BYD di sejumlah lokasi eks showroom merek lain tidak berarti ada upaya untuk menggusur atau menggantikan keberadaan kompetitor. Menurut Luther, kondisi tersebut terjadi karena banyak merek memiliki pertimbangan lokasi yang serupa dalam mengembangkan bisnisnya.

"Makanya terlihat secara tidak langsung seperti berdamping-dampingan gitu. Itu aja sih alasannya, tidak ada secara khusus kita mengganti brand yang lain," kata Luther.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |