Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sabarudin mengatakan, gejolak harga tandan buah segar (TBS) yang terjadi saat ini mengingatkan pada peristiwa empat tahun lalu.
Saat pemerintah menghentikan ekspor CPO pada 2022 untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng, harga sawit di tingkat petani runtuh hanya dalam hitungan jam. Di sejumlah daerah bahkan sempat menyentuh Rp500 per kilogram.
"Memang harga TBS itu seperti yang dibilang Pak Mentan (Amran Sulaiman), harga yang ditetapkan di provinsi melalui Permentan ya kemudian di provinsi itu dibuat Pergub. Nah Pergub itu menetapkan harga, tetapi memang sebenarnya dari dulu harga sawit itu banyak perusahaan-perusahaan yang tidak mematuhi sebenarnya, tidak mematuhi harga penetapan itu," kata Sabarudin saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (8/6/2026).
source on Google

4 hours ago
6

















































