Lubang menganga di tengah badan jalan Lampoih Saka–Kemukiman Bungie, Kabupaten Pidie, menjadi ancaman serius bagi pengendara. Warga menilai pembiaran kerusakan ini mencerminkan lemahnya pengawasan Dinas PUPR terhadap keselamatan publik, Minggu (18/1) Waspada.id/Muhammad Riza
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
SIGLI (Waspada.id): Lubang-lubang besar yang menganga di tengah badan jalan Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro–Kemukiman Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, menjadi simbol nyata buruknya pengawasan infrastruktur daerah. Meski berada di jalur aktif yang setiap hari dilalui warga, lubang tersebut dibiarkan tanpa penanganan.
Pantauan Waspada id, di lapangan, Minggu (18/1), sedikitnya lima lubang dengan ukuran hampir seragam terlihat tepat di jalur lintasan kendaraan. Kondisi ini memaksa pengendara bermanuver mendadak, terutama pengendara sepeda motor yang paling rentan menjadi korban.
Lubang-lubang tersebut tidak hanya merusak permukaan jalan, tetapi telah berubah menjadi perangkap berbahaya, terlebih pada malam hari dan saat hujan. Genangan air membuat lubang tak terlihat, sehingga pengendara kerap terperosok tanpa sempat menghindar. “Kalau malam sangat berbahaya. Sudah sering kendaraan warga masuk ke lubang,” ujar Muhammad Nasir, warga Kemukiman Bungie.

Menurut Nasir, dalam beberapa kejadian, kecelakaan bahkan mengakibatkan korban mengalami patah tulang dan mengeluarkan darah. Namun hingga kini, lubang-lubang tersebut belum juga ditangani. “Padahal setiap tahun ada anggaran perawatan jalan. Tapi lubangnya tetap ada dan jumlahnya justru bertambah,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Mauludin 40, warga Gampong Cot Mulu. Ia menilai lubang jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semestinya dapat ditangani sejak awal. “Ini bukan baru rusak kemarin. Lubangnya sudah lama, tapi dibiarkan,” katanya.
Keberadaan lubang-lubang itu kini menjadi sorotan publik, terutama terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pidie yang memiliki kewenangan penuh dalam pemeliharaan jalan kabupaten.
Publik mempertanyakan mengapa lubang-lubang yang jelas terlihat di badan jalan bisa luput dari pengawasan, bahkan tanpa penanganan darurat seperti tambal sementara atau pemasangan rambu peringatan. Minimnya respons dinilai mencerminkan kelalaian administratif yang berpotensi berujung pada kecelakaan serius. Lubang jalan yang seharusnya dapat ditangani cepat justru dibiarkan menjadi ancaman harian bagi masyarakat.
Pengamat kebijakan publik menilai, keberadaan lubang di jalan aktif tidak boleh dipandang sebagai kerusakan biasa. Lubang adalah tanda awal kegagalan pemeliharaan, dan ketika dibiarkan, berpotensi berubah menjadi tragedi.
Warga mendesak Dinas PUPR dan pemerintah daerah segera menutup lubang-lubang tersebut sebelum kembali memakan korban. Bagi masyarakat, lubang di jalan bukan persoalan teknis semata, melainkan persoalan keselamatan nyawa.(id.69)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































