Lifting Minyak RI Tembus Target APBN, DPR Apresiasi Kinerja Bahlil

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengapresiasi capaian sektor hulu minyak nasional yang mencatatkan sejarah baru pada tahun 2025. Realisasi tersebut tercatat melampaui target untuk pertama kalinya dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyebutkan pencapaian tersebut merupakan perkembangan positif bagi sektor energi, mengingat selama beberapa tahun belakangan realisasi lifting minyak kerap berada di bawah asumsi makro. Ia mencatat, produksi minyak siap jual tersebut berhasil melewati angka 605 ribu barel per hari (bph) yang ditetapkan dalam APBN 2025.

"Untuk pertama kalinya dalam delapan tahun, target lifting minyak APBN dapat dicapai dan dilampaui. Ini menunjukkan leadership yang kuat dari Menteri ESDM serta kerja nyata yang terukur di lapangan. Pemerintah berhasil menghadirkan perbaikan nyata dalam pengelolaan sektor hulu migas," ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/1/2026).

Bambang menilai, kinerja tersebut tidak lepas dari peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia beserta jajarannya. Menurutnya, langkah pemerintah dalam mengoptimalisasi lapangan eksisting dan mempercepat pengembangan lapangan baru cukup efektif menahan laju penurunan produksi alamiah.

Selain aspek produksi, Bambang juga menyoroti kinerja keuangan sektor ESDM, di mana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM mengalami kenaikan sekitar 180%. Peningkatan penerimaan tersebut dinilai penting karena sektor ESDM berkontribusi sekitar 16% terhadap total penerimaan negara dalam APBN.

"Dengan fondasi produksi yang lebih kuat, peningkatan PNBP yang signifikan, serta kepemimpinan yang solid di Kementerian ESDM, kami optimistis kinerja sektor hulu migas dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan dan kontribusi sektor ESDM secara keseluruhan," tutupnya.

Sebagai informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, realisasi produksi minyak siap jual (lifting) minyak dan gas bumi (migas) sepanjang tahun 2025 mencapai 605.300 barel per hari (bph) dari target yang dicanangkan mencapai 605.000 bph.

"Jadi target lifting kita Alhamdulillah mencapai target, sekalipun ini sedikit melampaui. Target kita hari ini itu mencapai 605.300 ribu barel per hari atau sama dengan 100,05%," terang Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Kinerja Sektor ESDM 2025, Kamis (8/1/2026).

Bahlil mengatakan, bahwa dalam 10 tahun ke belakang, target lifting minyak tidak pernah tercapai. Artinya, tahun 2025 ini menjadi yang pertama lifting bisa tercapai.

"Dulu waktu 2008 ketika ada Banyu Urip (Blok Cepu) dan 2015 dan 2016 setelah itu gak lagi capai target. Alhamdulillah kali ini tercapai," ungkap Bahlil.

Sementara itu, mengutip paparan-nya, untuk lifting gas bumi di tahun 2025 ini mencapai 951,8 MBOPED atau lebih rendah dari target APBN 2025 yang mencapai 1.005 MBOEPD.

Rinciannya, pemanfaatan gas bumi nasional sepanjang 2025 didominasi untuk kebutuhan dalam negeri. Mayoritas gas bumi Indonesia dialokasikan untuk konsumsi domestik, khususnya untuk mendukung program hilirisasi industri.

"Saya bersyukur kinerja SKK Migas, Dirjen Migas bahwa sekalipun awal tahun terjadi dinamika tinggi, untuk ada keinginan impor di awal tahun tapi berkat kerja keras kita semua di tahun 2025 kita gak ada impor gas dan ini adalah produksi kita jadi seluruh produksi kita sebagian kita pakai dalam negeri sebagian kita ekspor. karena kalau gas itu supply demand harus sama karena storage nya gak sebesar minyak," jelas Bahlil.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |