Laba Naik, Penjualan Turun: IPO INACO Menarik Dibeli? Ini Bocorannya

6 hours ago 1

Fundamental Pundit

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

23 June 2026 12:00

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan penutup terkemuka merek INACO, bersiap mengambil langkah besar untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).

Perusahaan yang kokoh memimpin industri olahan Nata de Coco sejak 1990 ini berkomitmen memperkuat fundamental bisnisnya di pasar perdana.

Manajemen perseroan berencana melepas maksimal 350 juta lembar saham baru dengan target perolehan dana segar mencapai Rp392 miliar. Penjaringan dana publik ini dinilai sangat berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Daya tarik utama emiten ini terletak pada anomali positif performa laba tahun berjalan. Secara nominal, top-line atau pendapatan bersih INACO sebenarnya mengalami kontraksi beruntun dalam dua tahun terakhir. Penjualan menyusut sebesar 6,02% pada 2024 dan kembali turun 4,49% pada periode 2025.

Namun, laba bersih perseroan justru melonjak drastis hingga 592,51% pada 2024 dan kembali mendaki 235,50% pada 2025. Lonjakan profitabilitas ini dipicu oleh keberanian manajemen dalam mengesekusi strategi efisiensi operasional secara ketat.

Langkah taktis memangkas volume produk bermargin tipis, ditambah pemanfaatan penurunan harga komoditas global, sukses menekan beban pokok penjualan sedalam 12,58%.

Keberhasilan efisiensi bauran produk ini secara otomatis melambungkan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) perseroan ke level yang sangat atraktif, yaitu sebesar 26,82% pada akhir 2025

Meskipun laju profitabilitas melonjak tajam, calon investor wajib mencermati profil risiko struktural pada neraca dan perputaran kas. Struktur modal INACO terpantau masih sangat agresif, di mana porsi liabilitas mendominasi pendanaan hingga 73,64% dari total aset.

Tantangan likuiditas semakin nyata akibat lonjakan piutang usaha sebesar 67,09% pada akhir 2025. Hal ini menahan konversi pendapatan menjadi kas secara riil, sehingga pos arus kas bersih dari aktivitas operasi perseroan merosot tajam hingga 83,39%.

Selain faktor finansial, aspek tata kelola dan operasional juga memberikan catatan tersendiri. Di satu sisi, perseroan memiliki keunggulan kompetitif berupa kemitraan internasional jangka panjang dan sertifikasi keamanan pangan global yang solid.

Namun di sisi lain, risiko dependensi terhadap figur perorangan tergolong tinggi karena mayoritas kredit bank dijaminkan oleh aset properti pribadi pengendali. Ditambah lagi, kovenan ketat perbankan pada entitas anak membatasi fleksibilitas distribusi dividen ke induk usaha.

Dinamika kontras antara melesatnya profitabilitas operasional dengan ketatnya perputaran arus kas internal ini menjadikan IPO INACO sebagai prospek investasi yang menuntut kecermatan mendalam dari para pelaku pasar.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |