Siapa Andy Burnham, Disebut Gantikan Keir Starmer sebagai PM Inggris?

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri dari jabatannya Senin. Padahal dirinya baru menjabat kurang dari dua tahun.

Awalnya, ia memimpin Partai Buruh yang berhaluan kiri-tengah, yang meraih kemenangan besar dalam pemilihan umum (pemilu) di 2024. Dalam pernyataan kemarin, Starmer berjanji akan melakukan "transisi dengan teratur" untuk memberikan mandat ke PM baru di September atau bahkan lebih cepat.

Perhatian pun kini dengan cepat beralih ke pria yang dianggap sebagai pengganti Starmer. Meskipun masih ada kemungkinan perebutan kepemimpinan di dalam Partai Buruh, para anggota senior tampaknya sudah merujuk ke satu nama, Andy Burnham.

Siapa Andy Burnham?

Andy Burnham lahir di daerah terpencil di barat laut Inggris antara Liverpool dan Manchester. Ia adalah putra seorang insinyur British Telecom dan seorang resepsionis.

Dirinya bergabung dengan Partai Buruh saat remaja dan kemudian melanjutkan studi di Universitas Cambridge. Pria berusia 56 tahun ini memasuki parlemen pada tahun 2001 dan naik pangkat di bawah Tony Blair, kemudian menjabat di Kabinet Gordon Brown dari tahun 2007 hingga 2010, memegang peran senior termasuk menteri kesehatan.

Meskipun memiliki pengalaman sebagai menteri, Burnham dua kali gagal mendapatkan kepemimpinan Partai Buruh. Merujuk catatan lama Singapura Channel News Asia (CNA) misalnya, ia kalah dalam pemilihan tahun 2010 dan 2015.

Pada tahun 2017, ia meninggalkan politik nasional untuk menjadi Wali Kota Greater Manchester. Selama tiga periode menjabat sebagai, Burnham mengawasi regenerasi pusat kota Manchester, mendukung pembentukan sistem transportasi Bee Network yang dikelola publik, dan mendorong pelimpahan kekuasaan yang lebih besar dari pemerintah pusat.

Merujuk CBS News, dia mengundurkan diri dari peran tersebut untuk mencalonkan diri dalam pemilihan sela lokal minggu lalu. Dan, dengan mudah ia meraih kursi di Makerfield, Greater Manchester, untuk menjadi Anggota Parlemen lokal di House of Commons.

"Manchesterisme"

Sebagai wali kota, Burnham mengembangkan apa yang disebutnya "Manchesterisme". Ini pendekatan politik yang berpusat pada pemberdayaan regional dan penyeimbangan kembali ekonomi yang menjauh dari London.

Profil nasionalnya meningkat tajam selama pandemi COVID-19, ketika ia secara terbuka berselisih dengan PM Boris Johnson saat itu mengenai dukungan keuangan untuk wilayah utara. Konfrontasi tersebut memperkuat citranya sebagai pembela daerah-daerah yang merasa diabaikan oleh Westminster.

Hal itu memberinya julukan "King of the North alias Raja Utara", sebuah referensi ke serial TV populer barat "Game of Thrones". Ini merupakan pengakuan atas upayanya untuk wilayah asalnya dan ambisi politiknya yang hampir tidak terselubung.

"Apa yang telah kita bangun di Greater Manchester perlu diterapkan secara nasional," kata Burnham selama kampanye pemilihan sela, menjanjikan tagihan energi yang lebih rendah, transportasi yang lebih baik, dan peluang kerja yang lebih baik bagi kaum muda. "

Saya tahu bagaimana rasanya mengubah keadaan suatu tempat," ujarnya.

Menolak Ekonomi Trickle-Down

Inti dari kampanyenya adalah penolakan terhadap "ekonomi trickle-down", yang menurutnya telah gagal bagi komunitas di luar ibu kota. Ini merujuk teori ekonomi yang menyatakan bahwa manfaat ekonomi yang diberikan kepada kelompok kaya atau perusahaan besar- misalnya dalam bentuk pemotongan pajak, subsidi, atau insentif bisnis- pada akhirnya akan "menetes ke bawah" dan menguntungkan masyarakat luas.

Burnham juga mendapat pujian karena mendukung kampanye keadilan bagi para korban bencana Hillsborough, ketika 97 penggemar sepak bola Liverpool tewas dalam insiden penyerbuan di pertandingan di Sheffield pada tahun 1989. Advokasi selama bertahun-tahun yang dipimpin oleh keluarga korban mengungkap kesalahan dan pelanggaran oleh polisi, yang awalnya menyebarkan narasi palsu yang menyalahkan penggemar yang mabuk, dan berhasil mendapatkan permintaan maaf dari pemerintah.


Kemeja Berkerah Terbuka & Jins

Daya tarik politik Burnham sebagian terletak pada kepribadiannya. Seringkali mengenakan kemeja berkerah terbuka dan celana jins daripada setelan jas, ia menampilkan dirinya sebagai orang biasa dari utara yang ramah yang menghabiskan waktu luangnya bermain sepak bola atau memutar lagu-lagu tahun 1990-an selama pertarungan DJ.

Para pendukung menggambarkannya sebagai komunikator yang kuat. Dengan gayanya, ia mudah terhubung dengan para pemilih.

"Saya percaya bahwa dia adalah orang yang membela rakyat biasa," kata pendukungnya Ellen Picton (66).

"Andy seperti salah satu dari kita, dan dia mengerti apa yang kita alami," tambahnya.

Keraguan

Meski demikian, para kritikus berpendapat bahwa platform kebijakan Burnham kurang detail. Terutama tentang bagaimana mendanai komitmen pengeluaran yang ambisius.

Yang lainnya, juga mempertanyakan apakah keberhasilannya di Greater Manchester dapat diterjemahkan menjadi daya tarik nasional. Mengingat ,prioritas pemilih yang berbeda di seluruh Inggris.

"Menyebutnya Raja Utara, dalam beberapa hal, menurut saya, menimbulkan pertanyaan apakah dia juga bisa menjadi Raja Selatan, Raja Timur, dan Raja Barat," kata profesor ilmu politik di Queen Mary University of London, Tim Bale.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |