BESITANG (Waspada.id): Ribuan korban banjir di Kecamatan Besitang, Kab. Langkat, kecewa, sebab dari awal banjir, Selasa (26/11), sampai, Minggu (30/11), camat dan Pemkab Langkat tidak hadir memperhatikan warganya.
Sampai memasuki enam hari paca banjir tidak ada terlihat Posko, baik yang didirikan Camat Besitang, maupun Pemkab Langkat. Untuk kebutuhan makan buat pengungsi korban banjir, masyarakat yang tak terdampak secara swadaya berinisiatif mendirikan Posko.
Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN
“Selama berada di pengungsian, tidak ada sama sekali distribusi bantuan pangan dari pihak kecamatan,” keluh Ishak, salah seorang imam masjid yang mengungsi di Masjid Raya Besitang.
Yang menambah kekesalan ribuan korban banjir, enam hari setelah peristiwa banjir, Camat Besitang sama sekali tidak ada kelihatan batang hidungnya. “Camat tidak ada datang untuk melihat warga yang sedang menderita,” ujar Dika dengan nada emosional.
Camat, termasuk Bupati Langkat terkesan abai atas penderitaan warga. Bagaimana tidak, dari awal peristiwa banjir melanda daerah ini, tak seorang pun pejabat Pemkab Langkat yang turun menyambangi untuk melihat kondisi rakyatnya.
“Kami seperti tak punya pemimpin. Pemimpin di daerah sepertinya miskin rasa empati. Mereka bukan saja lambang menangani manajemen bencana, tapi pejabat-pejabat yang digaji daribuang rakyat ini terkesan abaibmemperhatikan rakyatnya sedang menderita,” ujar sejumlah warga.
WARGA bekerja ekstra membersihkan rumah dari material tanah berlumpur tebal yang ditinggalkan banjir. Waspada.id/AsrirraisAir Bersih Langka
Pasca banjir, masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Jangankan untuk mandi dan mencuci pakaian yang sudah dibakut lumpur, buat kebutuhan air minum dan memasak warga susah mendapatkannya.
Sementara, sampai kini suplay air bersih dari pemerintah daerah sama sekali tidak ada. “Penderitaan kami seperti sangat lengkap, sudahlah terkena banjir, air bersih pun tidak ada,” kata Aji.
Dampak Banjir
Dampak yang ditimbulkan akibat banjir cukup besar. Dampaknya sangat luar biasa, tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tapi juga meluluhlantakan ratusan rumah masyarakat, termasuk sejumlah nyawa manusia melayang diterjang banjir.
Pantauan Waspada di lapangan, Minggu (30/11), sejumlah rumah warga, baik di Kel. Kampung Lama dan Kel. Bukit Kubu, hanya menyisakan tapak rumah. Rumah-rumah banyak yang rubuh dan hanyut disapu banjir.
Tidak hanya bangunan rumah, tapi banjir juga menerjang bangunan infrastruktur jalur kereta api Binjai-Besitang di kawasan Lingkungan Batang Selemak, Kel. Bukit Kubu. Rel kereta api terbongkar bersama bantalan beton.
Sementara, batu-batu split sebagai pondasi jalur rel juga ikut tergerus hanyut terbawa arus deras air. Di sebelah kiri dan kanan jalur rel terlihat ada dua rumah warga yang hancur berantakan menyisakan puing dan pondasi.

Lalulintas Lumpuh
Peristiwa banjir yang melanda Besitang menyebabkan arus lalulintas barang dan jasa Medan-Aceh lumpuh total selama lima hari. Ratusan truk angkutan barang dan mobil pribadi tak dapat melintas akibat terjebak banjir.
Armada angkutan darat lumpuh total. Bahkan, sejumlah mobil pribadi dan truk tenggelam dalam kepungan arus air deras. Kerugian akibat lumpuhnya arus transportasi ini diperkirakan mencapai puluhan miliaran rupiah.
Awak angkutan terpaksa memarkirkan truk dan mobil di pinggir jalan nasional karena total tak bisa melintas. Kemudian, pada hari kelima pasca banjir, baru kenderaan dapat bergerak melanjutkan perjalanan.
Kapolsek Besitang AKP Sugiono bersama anggota terjun ke lapangan mengantur arus lalulintas yang mengulat cukup panjang. Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan arus lalulintas petugas melakukan sistem buka tutup.
Pasca banjir terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), baik pertalite maupun solar. Akibat kelangkaan ini, harga BBM pertalite dari perdagangan eceran melambung dan itu pun stok yang tersedia jumlahnya sangat terbatas.
Ancaman Penyakit
Pasca banjir, masyarakat berotensi terkena ancaman penyakit, seperti deare mengingatkan lingkungan pemukiman kotor dan banyak terdapat bangkai hewan ternak, seperti ayam, lembu dan babi.
Bangkai hewan yang bertebaran ini rawan menyebarkan bibit penyakit. Karena itu, untuk meminimalisir wabah penyakit, Dinas Kesehatan Langkat dan pihak terkait lain perlu turun tangan melakukan tindakan pencegahan.(id24)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.




















































