'Kopi Darat' Partai Anti Islam Eropa Chaos, Mobil Polisi Dirusak Massa

57 minutes ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Partai populis sayap kanan Jerman, Alternative for Germany (AfD), menggelar pertemuan besar di Giessen pada Sabtu (29/11/2025) untuk mendirikan organisasi pemuda baru, Generation Deutschland (GD). Namun acara tersebut disambut dengan demonstrasi massa dan kekerasan jalanan.


Mengutip Russia Today, para aktivis kiri yang tergabung dalam kelompok Resist turun ke jalan sejak Sabtu pagi. Mereka nampak berupaya memblokir jalan, menerobos barikade polisi, dan menyerang anggota serta simpatisan AfD yang tiba di lokasi.

Bentrokan antara aktivis sayap kiri dan pendukung AfD membuat kota tersebut mencekam, di mana polisi terpaksa menggunakan semprotan merica dan gas air mata untuk membubarkan massa.

"Kelompok-kelompok pengunjuk rasa secara besar-besaran menghalangi lalu lintas. Aparat penegak hukum berulang kali menggunakan semprotan merica dan meriam air untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang tidak terkendali, yang kemudian melemparkan suar dan proyektil lainnya ke arah petugas dan menyerang langsung barisan polisi," ujar Kepolisian Giessen.

Rekaman yang beredar secara daring menunjukkan kelompok berbaju hitam menyerang anggota parlemen AfD, Julian Schmidt, hingga terjatuh ke tanah. Mobilitas juga terganggu setelah pengunjuk rasa menyerang mobil yang dilaporkan membawa anggota AfD atau jurnalis yang meliput acara.


Tingkat kekerasan yang tinggi menyebabkan kerugian fisik dan material. Kepolisian Giessen melaporkan sedikitnya 15 petugas mengalami luka ringan.


Sejumlah pengunjuk rasa juga memerlukan perawatan darurat di rumah sakit, dan satu kuda polisi terluka dalam kekacauan tersebut. Selain menyerang individu dan kendaraan sipil, massa juga dilaporkan menyerang kendaraan polisi, memaksa petugas meninggalkan tempat kejadian setelah kaca samping mobil mereka pecah.


Pertemuan AfD ini bertujuan untuk mendirikan GD sebagai pengganti sayap pemuda mereka sebelumnya, Young Alternative (JA), yang dibubarkan Maret lalu setelah dilabeli sebagai kelompok ekstremis oleh badan intelijen federal Jerman. Diketahui, AfD merupakan partai yang memiliki sikap anti imigrasi dan anti Islam.


Meskipun terjadi kekacauan, upaya untuk menggagalkan acara AfD hanya berhasil sebagian. Kerusuhan itu bahkan dilaporkan hanya tertunda dari jadwal.


Beberapa tokoh penting, termasuk co-leader partai Tino Chrupalla dan Alice Weidel, terhalang mencapai lokasi tepat waktu. Namun, kepengurusan GD tetap berhasil dibentuk, dengan Jean-Pascal Hohm terpilih sebagai ketua.

(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |