Ukuran Font
Kecil Besar
14px
NEW YORK (Waspada.id): Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (17/4/2026), didorong pelemahan dolar Amerika Serikat serta meredanya ketegangan geopolitik setelah dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot naik 0,86% ke level US$4.831,98 per ons troi. Secara mingguan, logam mulia ini juga mencatat kenaikan sekitar 0,8%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat 0,85% ke posisi US$4.849,4 per ons troi.
Penguatan emas dipicu pernyataan pemerintah Iran yang memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap beroperasi selama masa gencatan senjata. Kepastian ini menenangkan pasar global yang sebelumnya khawatir akan gangguan distribusi energi.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pembicaraan lanjutan terkait konflik Iran berpotensi berlangsung dalam waktu dekat, dengan harapan tercapainya kesepakatan damai.
Meredanya ketegangan ini berdampak pada penurunan harga minyak dunia, yang pada akhirnya menekan ekspektasi inflasi global.
“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan peristiwa penting. Dengan tekanan pada harga minyak, ekspektasi inflasi menurun dan peluang penurunan suku bunga kembali menguat, ini menjadi kabar baik bagi emas,” ujar Wakil Presiden sekaligus Senior Strategist Zaner Metals, Peter Grant.
Berpotensi Tembus US$5.000
Grant menilai, tren positif ini membuka peluang bagi emas untuk menembus level psikologis US$5.000 per ons troi dalam waktu dekat, terutama jika dolar AS tetap melemah.
Dolar yang lebih lemah memang cenderung meningkatkan daya tarik emas, karena membuat harga logam mulia tersebut lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Meski demikian, volatilitas pasar masih tinggi. Sebelumnya, harga emas sempat tertekan setelah eskalasi konflik antara AS dan Iran pada Februari lalu yang memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan ekspektasi inflasi.
Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas—yang tidak memberikan imbal hasil—biasanya menjadi kurang diminati investor.
Dari sisi permintaan fisik, pasar juga menghadapi hambatan dari India. Sejumlah bank di negara tersebut dilaporkan menghentikan impor emas dan perak karena belum adanya izin pemerintah, menyebabkan pasokan tertahan di bea cukai.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan signifikan. Harga perak melonjak 3,15% menjadi US$80,89 per ons troi dan hampir naik 4% sepanjang pekan ini. Platinum menguat 1,03% ke US$2.113,19, sementara paladium naik 0,54% ke US$1.563,1.
Kenaikan serentak ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. (invid)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

















































