Kerja Sama Bisukma Grup Dan Perhimpunan Guangfu Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas

3 hours ago 1

MEDAN (Waspada.id): Refleksi dan Reproduksi 2025 serta komitmen untuk meningkatkan kinerja dalam berkontribusi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya melalui program efektif di 2026, menjadi semangat baru yang dihembuskan BISUKMA GRUP.

Semangat baru itu mengemuka pada acara ‘Bona Taon Bisukma Grup’, Sabtu (17/1/2026), di Gedung Auditorium HKBP Seminarium Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara dan keterangannya diterima di Medan, Selasa (20/1).

Acara ini dihadiri ribuan peserta dari sejumlah elemen masyarakat, pemerintahan, DPRD, media, akademisi, Partai Gerindra, HKTI, Pemuda Katolik, Badan Gizi Nasional (pusat, wilayah, daeah), pemilik dapur, para relawan, koperasi, para supplier, perwakilan penerima manfaat MBG, serta Komunitas Bisukma Betapature.

Acara ‘Bona Taon Bisukma Grup’ dimulai dengan ibadah dan doa bersama lintas agama oleh Pdt Dirgos Lumbantobing, Rd Immanuel Purba, dan Ustadz Ahmad Riyadi Lubis SAg, dengan memanjatkan doa syukur atas perjalanan 2025 . Serta memohon kepada Tuhan YME agar sepanjang 2026 semua peserta dan Bisukma Grup diberi kesehatan, kebijaksanaan dan Program MBG semakin dirasakan manfaatnya oleh lingkungan, terkhusus di daerah Sumatera Utara.

Dr Erikson Sianipar, pendiri Bisukma Grup, yang juga sebagai Ketua DPC Gerindra Taputa dan Ketua HKTI Tapanuli Utara, di awal acara, menyampaikan dinamika dan sejumlah tantangan yang dihadapi Bisukma Grup dalam menjalankan Program MBG Tahun 2025, sekaligus menjadi modal kuat untuk lebih banyak lagi berkontribusi dan berkarya di Sumatera Utara, terkhusus melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menyebut, Program MBG memberi dampak yang sangat besar bagi masyarakat melalui pasokan gizi kepada penerima manfaat, membentuk kebiasaan positif baru, menciptakan lapangan kerja, mengurangi tingkat pengangguran, serta menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan semakin bergairahnya para petani dalam bekerja.

“Program Strategis Pemerintah Prabowo Gibran dengan Program Makan Bergizi tidak perlu lagi dipertanyakan, sudah sangat ‘clear’ latar belakang dan manfaatnya. Kita lebih fokus bagaimana dapat menjalankan program ini agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Erikson Sianipar.

Erikson Sianipar juga memaparkan bahwa di tahun 2026, Bisukma Grup dalam meningkatkan kualitas pelayanan SPPG akan melakukan transformasi di empat area, yaitu:

  1. Sumber Daya Manusia dan Budaya Kerja, meningkatkan kapabilitas para pekerja /relawan dengan penguatan budaya dan meningkatkan keterampilan dalam menjalankan profesi di SPPG.
  2. Tata Kelola, menjaminkan proses pengelolaan dengan lebih konsisten dalam menjalankan juknis dan SOP yang sudah ditetapkan Badan Gizi Nasional dan Digitalisasi proses administrasi dan monitoring operasional guna efektivitas dan transparansi penggunaan anggaran. Sertifikasi SLHS, Chef, HACPP, halal dan penerapan ISO menjadi capaian yang juga menjadi prioritas di 2026.
  3. Infrastruktur/Fasilitas, memastikan agar semua SPPG membenahi semua dapur MBG baik dari fasilitas gedung, IPAL, peralatan dan kendaraan.
  4. Memperluas kerja sama dengan setiap pelaku yang beririsan dengan rantai pasok MBG, pemilik dapur, baik dengan pemilik dapur Bisukma Grup maupun pemilik dapur lain, serta semakin meningkatkan kerjasama produktif para pelaku UMKM dan para petani.

Pada sesi acara ‘bona taon’, dilakukan penandatangan kerja sama dengan Perhimpunan GuangFu Indonesia yang berpotensi memberi peluang pemanfaatan hasil UMKM baik untuk pasar lokal, domestik, maupun internasional.

Erikson Sianipar, dengan penuh antusias menyampaikan harapan besarnya, bahwa tahun 2026 pelaku UMKM yang selama ini utamanya adalah dapur SPPG, mereka sudah mulai diversifikasi pasar ke luar SPPG.

“Tentu, dukungan dan kerja sama semua pihak dalam mewujudkannya menjadi sangat menentukan,” tuturnya.

Badan Gizi Nasional (BGN ) malalu Dr Tigor Pangaribuan, Deputy Sistem Tatakelola (Sistakol), membekali paserta dengan kebijakan kebijakan terkini dan menguatkan pemahaman apa yang menjadi substansi hadirnya Program MBG. Dia meyampaikan praktik baik yang dilakukan oleh banyak negara yang sudah menjalankan program makan begizi jauh sebelum Indonesia menerapkan.

Penjelasan Tigor Pangaribuan, semakin menguatkan keyakinan peserta ‘bona Taon’, bahwa Program MBG akan berlangsung dengan waktu panjang.

Bisukma Grup juga menjalankan tanggung jawab sosialnya dengan memberi bantuan laptop ke sekolah penerima manfaat dengan memprioritaskan sekolah sekolah yang jauh dari kota. Penyerahan bantuan diserahkan Nico Benedictus Sianipar (pengurus Bisukma Grup yang juga pemilik dapur). Disampaikan program yang berhubungan kuat dengan bidang pendidikan akan terus dilanjutkan.

Di akhir sesi, Bisukma Grup berkolaborasi dengan pemilik dapur mengumpulkan donasi yang disumbangkan secara rela hati Yayasan Bisukma, pemilik Dapur Moria Pangaribuan, Koperasi Tani Bertumbuh, dan peserta ‘bona taon’. Bantuan yang terkumpul akan disalurkan kepada korban bencana alam terfokus kepada anak-anak sekolah untuk kebutuhan alat tulis menulis, peralatan sekolah, dan buku.

Penampilan budaya lokal berupa tari-tarian, nyanyi dari semua SPPG di bawah naungan Bisukma Grup, pembagian ‘lucky draw’ di sela sela acara, membuat acara sangat meriah dan penuh gembira dengan rasa penuh persahabatan.

“Selamat Tahun Baru 2026. Salam Indonesia, salam Bisukma Betapature,” pungkas Dr Erikson. (Id23)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |