Jakarta, CNBC Indonesia - Nasib tragis menimpa salah satu pemain sepak bola di Piala Dunia. Frans Albert Meeng, kapten tim Hindia Belanda yang tampil di Piala Dunia 1938, tewas tenggelam setelah kapal yang membawanya dihantam torpedo di Samudra Hindia pada 1944.
Frans Meeng merupakan gelandang sekaligus kapten tim nasional Indonesia yang dulu disebut Hindia Belanda Namanya tercatat sebagai salah satu dari 12 pemain yang membawa Hindia Belanda tampil di Piala Dunia 1938 di Prancis, turnamen yang hingga kini masih menjadi satu-satunya Piala Dunia yang pernah diikuti Indonesia.
Kala itu, Hindia Belanda lolos ke putaran final tanpa harus bertanding di babak kualifikasi. Jepang dan Amerika Serikat yang menjadi calon lawannya memilih mengundurkan diri sehingga tiket otomatis jatuh ke tangan tim asal Nusantara tersebut.
Di Prancis, Hindia Belanda langsung menghadapi Hongaria. Hasilnya tidak memihak. Hongaria menang telak 6-0 dan menghentikan langkah Hindia Belanda pada pertandingan pertama.
Meski kalah, penampilan Frans Meeng mendapat pujian luas. Selama 90 menit, dia bermain penuh semangat dan disiplin, bahkan mampu mengimbangi para pemain Eropa yang memiliki postur lebih besar.
"Frans Meeng secara teknis menjadi pemain terbaik di Tim Hindia Belanda. Dia bermain dengan semangat juang dan sportivitas dengan sangat baik," tulis koran De Sumatra Post (7 Juni 1938).
Popularitas Meeng kemudian merambah ke luar lapangan. Kehidupan pribadinya kerap menjadi perhatian media. Saat menikah, misalnya, surat kabar Bataviaasch Niewsblad (30 Juni 1938) memberitakan momen tersebut dalam tulisan panjang.
"Tuan dan Nyonya Frans Meeng sedang dalam perjalanan untuk menjadi olahragawan serba bisa; kini ia juga menambahkan berlayar, tentu saja, dari kapal pernikahannya," ungkap salah satu petikan koran tersebut.
Namun, karier dan kehidupannya berubah setelah Perang Dunia II pecah pada 1939. Meeng meninggalkan sepak bola dan bergabung dengan Korps Marinir Belanda sebagai perawat militer.
Di tengah perang, dia ditangkap tentara Jepang dan dijadikan tawanan. Meeng kemudian dipindahkan menuju Sumatera menggunakan kapal laut bersama ribuan tawanan lainnya.
Tragedi terjadi pada 18 September 1944. Kapal yang ditumpanginya dihantam torpedo kapal selam Inggris. Kapal itu tenggelam dan menewaskan ribuan orang di dalamnya, termasuk Frans Meeng yang saat itu berusia 34 tahun.
Sejak saat itu, nama Meeng perlahan menghilang dari ingatan publik. Padahal, dia merupakan salah satu pelopor sepak bola Indonesia yang pernah tampil di panggung terbesar dunia sebelum akhirnya tewas tragis di tengah perang.
(mfa/mfa)
Addsource on Google

3 hours ago
3

















































