Jelang Musda XI Golkar Sumut, Sahlul Umur: Jangan Jadi Ajang Balas Dendam, Yasir Rihdo Ajak Berpolitik Sejuk

2 hours ago 1
Lainnya

18 Januari 202618 Januari 2026

 Jangan Jadi Ajang Balas Dendam, Yasir Rihdo Ajak Berpolitik Sejuk Wakil Ketua Pemenangan Pemilu (PP) Golkar Sumut, Sahlul Umur Situmeang. Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MÈDAN (Waspada.id): Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara, dinamika internal mulai mengemuka. Wakil Ketua Pemenangan Pemilu (PP) Golkar Sumut, Sahlul Umur Situmeang, mengingatkan agar Musda tidak diwarnai praktik politik balas dendam yang dapat merusak soliditas partai.

Menurut Sahlul, manuver politik yang dilakukan kelompok Rhido Lubis cs dinilainya sarat kepentingan masa lalu dan berpotensi menimbulkan perpecahan di tubuh Partai Golkar Sumut.

“Apa yang dilakukan dari manuver politik kelompok Rhido Lubis cs dinilai mengarah pada politik balas dendam. Hal ini tentu tidak baik bagi arah dan masa depan Partai Golkar lima tahun ke depan,” ujar Sahlul di Medan, Minggu (18/1).

Ia menilai penggalangan dukungan yang dilakukan dengan memanfaatkan posisi struktural di DPD Golkar Sumut telah dipersiapkan jauh sebelum penunjukan Ketua Pelaksana Tugas (Plt) Golkar Sumut. Sahlul juga mengingatkan kembali dinamika Musda Golkar Sumut 2019 yang hasilnya sempat dianulir Mahkamah Partai, sebelum akhirnya Musda ulang pada 2020 menetapkan Musa Rajekshah (Ijeck) sebagai Ketua Golkar Sumut.

“Sejarah ini seharusnya menjadi pelajaran agar kader lebih selektif dan berhati-hati dalam menentukan pemimpin, serta tidak menjadikan Musda sebagai ajang pelampiasan kepentingan politik masa lalu,” tegasnya.

Sahlul juga menyoroti kegiatan konsolidasi di Hotel Green City yang menurutnya berubah menjadi forum deklarasi dukungan kepada salah satu calon. Ia menilai hal tersebut berpotensi menimbulkan tekanan terhadap Ketua DPD II kabupaten/kota dan meminta Ketua Plt Golkar Sumut untuk bersikap tegas menjaga netralitas struktur partai.

Di sisi lain, kader senior Partai Golkar, Yasir Rihdo Lubis, menanggapi pernyataan tersebut dengan menekankan pentingnya menjaga suasana Musda tetap sejuk dan penuh kegembiraan.

“Wow, berpolitik jangan pakai perasaan, karena ini bukan percintaan. Musda adalah rutinitas organisasi yang biasa kita lakukan,” ujar Yasir, Minggu (18/1)

Menurut Yasir, Musda merupakan ruang demokrasi internal partai yang wajar diwarnai dinamika, perbedaan pandangan, serta adu gagasan. Namun semua itu, kata dia, harus dijalankan dengan mengedepankan logika, etika, dan semangat persaudaraan antar-kader.

“Musda adalah arena berdinamika yang mengedepankan logika dan persaudaraan. Mari kita jaga Musda berjalan kondusif, riang gembira, dan mampu melahirkan program-program serta kepemimpinan yang baik,” katanya.

Yasir menegaskan bahwa kepemimpinan Golkar ke depan seharusnya lahir dari proses panjang di internal partai dan didukung oleh kader secara dewasa dan sportif.

“Maju terus, pantang mundur. Mari sukseskan Musda Golkar Sumut dengan suasana yang kondusif,” pungkasnya. (rel)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |