Inggris Ungkap Fokus Kerja Sama dengan RI, Singgung Reformasi Ekonomi

4 hours ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Inggris membeberkan sejumlah sektor yang menjadi fokus penguatan kerja sama dengan Indonesia. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia pada awal tahun ini.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, mengatakan kerja sama kedua negara akan difokuskan pada sejumlah sektor strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan industri masa depan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Tahun ini juga menjadi momentum penting karena Inggris dan Indonesia telah meluncurkan Kemitraan Strategis," kata Dominic dalam perayaan ulang tahun ke-78 Raja Charles III di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Berikut sejumlah sektor yang menjadi fokus kerja sama Inggris dan Indonesia:

1. Semikonduktor

Inggris mendorong pengembangan ekosistem semikonduktor Indonesia melalui kerja sama antara Arm Holdings dan Danantara Indonesia.

Menurut Dominic, kolaborasi tersebut mencakup lisensi teknologi serta pelatihan ribuan insinyur Indonesia guna memperkuat kemampuan nasional di sektor semikonduktor.

"Kemitraan antara Arm dan Danantara menunjukkan apa yang dapat dihasilkan kerja sama modern Inggris dan Indonesia," ujarnya.

2. Maritim

Sektor maritim menjadi salah satu pilar utama kerja sama melalui Maritime Partnership Programme yang dipimpin oleh Babcock International.

Program tersebut mendukung keamanan maritim, pembangunan kapal, penguatan industri galangan kapal, masyarakat pesisir, serta ketahanan pangan.

"Program ini mendukung keamanan maritim Indonesia, pembangunan kapal, masyarakat pesisir dan ketahanan pangan, sekaligus menciptakan lapangan kerja di Indonesia dan Inggris," kata Dominic.

3. Perdagangan dan Investasi

Melalui Economic Growth Partnership, Inggris dan Indonesia berupaya memperluas perdagangan dan investasi sekaligus mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.

Kemitraan tersebut mencakup penghapusan hambatan perdagangan, dukungan investasi, kerja sama iklim dan energi hijau, serta penyelarasan dengan prioritas pembangunan nasional masing-masing negara.

"Kemitraan ini bertujuan menumbuhkan perdagangan dan hubungan antar masyarakat, menghapus hambatan perdagangan, mendukung investasi, serta bekerja sama di bidang iklim dan energi hijau," ujar Dominic.

4. Reformasi Ekonomi

Duta Besar Inggris untuk ASEAN, Helen Fazey, mengatakan Inggris juga mendukung agenda reformasi ekonomi Indonesia melalui ASEAN-UK Economic Integration Programme.

Program tersebut berfokus pada reformasi regulasi, penguatan ekonomi terbuka melalui peningkatan sistem kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, serta pengembangan jasa keuangan dan akses pembiayaan.

"Program Integrasi Ekonomi kami memiliki tiga fokus utama. Pertama reformasi regulasi, kedua ekonomi terbuka termasuk peningkatan sistem kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, serta ketiga sektor jasa keuangan dan akses terhadap pembiayaan," kata Helen.

5. Ekonomi Digital

Inggris menilai ekonomi digital akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama kawasan Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, London menyatakan siap mendukung implementasi berbagai kerja sama ekonomi digital di tingkat ASEAN maupun negara anggota.

"Ekonomi digital berkembang sangat cepat dan harus menjadi prioritas bagi semua pihak," ujar Helen.

6. Energi Hijau

Di sektor energi dan iklim, Inggris mendukung pengembangan ASEAN Power Grid yang ditujukan untuk mempercepat integrasi jaringan listrik regional dan transisi menuju energi bersih.

Selain itu, Inggris juga mendukung proyek solusi berbasis alam di Indonesia untuk mengurangi risiko banjir dan memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.

7. OECD dan Hak Kekayaan Intelektual

Inggris turut mendukung ambisi Indonesia untuk bergabung dengan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Dukungan tersebut berjalan seiring dengan upaya memperkuat perlindungan dan penegakan hak kekayaan intelektual di Indonesia.

"Kami mendukung prioritas ekonomi Indonesia, termasuk reformasi regulasi, penguatan penegakan hak kekayaan intelektual, serta mendukung ambisi Indonesia menuju kesiapan OECD," kata Dominic.

8. Pendidikan

Sektor pendidikan juga menjadi fokus kerja sama kedua negara. Inggris tengah mendorong keterlibatan universitas-universitas anggota Russell Group untuk membantu menyiapkan tenaga profesional masa depan Indonesia.

Inisiatif tersebut diarahkan untuk mencetak dokter, insinyur, peneliti, pengusaha, dan inovator yang dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

"Saya antusias terhadap inisiatif kampus Russell Group yang akan membantu mengembangkan dokter, insinyur, peneliti, pengusaha, dan inovator yang akan membentuk masa depan ekonomi Indonesia serta menopang pertumbuhan untuk generasi mendatang," kata Helen.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |