Relawan Ikadi Wilayah Aceh bersama Rumah Amal USK melaksanakan aksi bersih-bersih dan pemulihan lingkungan pascabanjir selama enam pekan sejak 12 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026 di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.(Waspada id/Ist)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BANDA ACEH (Waspada.id): Sebanyak 18 relawan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Wilayah Aceh bersama Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan aksi bersih-bersih dan pemulihan lingkungan pascabanjir di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Aksi kemanusian yang dilaksanakan di Gampong Raya Tambo dan Gampong Raya Dagang itu berlangsung selama enam pekan, setiap hari Jumat hingga Minggu, terhitung sejak 12 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026.
Adapun sasaran utamanya pembersihan rumah-rumah warga, khususnya rumah guru ngaji, serta fasilitas umum seperti masjid yang masih dipenuhi lumpur dan sisa material banjir.
Koordinator kegiatan, Dr. Nur Pramayudi menjelaskan, selama kegiatan berlangsung, para relawan turun langsung ke lokasi terdampak untuk membersihkan rumah warga, lingkungan sekitar, serta membantu pemulihan fasilitas ibadah agar kembali layak digunakan. Aksi ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan pasca bencana sekaligus membantu masyarakat agar dapat kembali beraktivitas secara normal.
“Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh pendanaan dari Lembaga Rumah Amal Universitas Syiah Kuala yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan operasional relawan. Dukungan tersebut mencerminkan sinergi dan kolaborasi antar lembaga dalam merespons dampak bencana serta memperkuat aksi kemanusiaan di Aceh,” kata Nur Pramayudi, Selasa (20/1/2026).
Wakil Ketua Ikadi Aceh itu mengatakan, aksi bersih-bersih tersebut merupakan wujud kepedulian sosial dan tanggung jawab kemanusiaan untuk membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. Direncanakan akan terus dilakukan hingga menjelang bulan Ramadhan. Sehingga masyarakat dapat kembali menempati rumah masing-masing dan tidak lagi berada di posko pengungsian saat menjalankan ibadah puasa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban warga serta mempercepat proses pemulihan lingkungan agar kembali bersih, sehat, dan layak huni,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada donatur yang telah berdonasi melalui Rumah Amal USK dan juga atas antusiasme serta partisipasi aktif masyarakat setempat selama kegiatan berlangsung dan menjadi penyemangat bagi para relawan. Selain pemulihan fisik lingkungan, kegiatan ini akan mampu memperkuat nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta kepedulian antar sesama di tengah kondisi pasca bencana.
“Semangat kebersamaan yang terbangun melalui aksi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para relawan untuk terus membersamai masyarakat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, khususnya aksi bersih-bersih rumah warga terdampak banjir di wilayah lain di Aceh,” pungkas Nur Pramayudi.(id66)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































