Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi 1 perdagangan hari ini, Jumat (9/1/2026) dengan kenaikan 0,39% atau 34,76 poin ke level 8.960,23.
Sebanyak 379 saham naik, 313 turun, dan 266 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 15,11 triliun, melibatkan 30,93 miliar saham dalam 2,03 juta kali transaksi.
Sepanjang sesi 1, IHSG konsisten berada di zona hijau. Indeks bergerak pada rentang 8.935,64–8.981,02.
Tercatat ada tiga saham yang diserbu investor siang ini, yakni Bumi Resources (BUMI), Sanurhasta Mitra (MINA), dan Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI).
BUMI menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi, yakni Rp 4,16 triliun. Pada akhir sesi 1, BUMI naik 3,48% ke level 476 dan sempat menyentuh kembali level resistance di 480.
Emiten Happy Hapsoro, MINA menjadi saham kedua yang diserbu investor. Nilai transaksinya mencapai Rp 1,49 triliun. MINA tercatat naik 16,35% ke level 605.
Saham ketiga adalah Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) yang naik 20% ke level 216 mencatat nilai transaksi Rp 1,11 triliun. BIPI bersama emiten waste to energy bergerak positif siang ini.
Adapun dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Desember 2025, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mendukung optimistis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa IHSG akan tembus 10.000 tahun ini.
Dia mengatakan, rasa optimisme tersebut perlu didukung dengan aspek fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan peran investor domestik.
"Bilamana fundamental ekonomi Indonesia solid dan peran investor domestik itu meningkat rasanya level tersebut bukan tidak mungkin tercapai," ujarnya, (9/1/2026).
Selain itu, diperlukan juga aspek kebijakan lain seperti peningkatan kualitas emiten, peningkatan free float, serta peran investor institusi di global dan domestik.
Inarno melanjutkan, aspek yang tak kalah penting untuk dicermati, yaitu berbagai faktor domestik maupun global yang turut mempengaruhi pergerakan investasi di pasar modal. Investor diminta tetap memantau perkembangan terkini dan selalu waspada terhadap pengelolaan risiko investasi
"Tentu kami tidak pernah jemu untuk mengingatkan keputusan berinvestasi tetap diiringi kewaspadaan dan pengelolaan risiko yang baik," ungkapnya.
Inarno menambahkan, dari sisi regulator, OJK terus memastikan industri pasar modal dapat berjalan secara teratur, wajar dan efisien.
"Kami juga dorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat agar indeks dan instrumen lain berkelanjutan bukan hanya karena momentum jangka pendek," imbuhnya.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

15 hours ago
4
















































