IHSG Hari Ini Ditutup Naik 0,3%, Saham LQ45 Jadi Penopang

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau, Rabu (4/2/2026). Indeks ditutup naik 0,3% atau 24,12 poin ke level 8.146,72. 

Sebanyak 419 saham turun, 309 naik, dan 230 tidak bergerak. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 25,07 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp 14.706 triliun. 

Ada 42,05 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,81 juta kali transaksi. 

IHSG hari ini bergerak dengan volatilitas yang terbilang tinggi. Pada awal perdagangan hari ini, IHSG sempat menguat ke level 8.194,68 atau naik 0,89%. Akan tetapi kemudian tekanan jual meningkat dan membuat IHSG masuk ke zona merah.

Indeks sempat bangkit kembali ke zona hijau sekitar pukul 10.00 WIB. Akan tetapi tidak cukup kuat bertahan dan berakhir turun 0,53% di akhir sesi 1. 

Pada sesi 2, perlahan IHSG bangkit ditopang oleh saham-saham LQ45, khususnya perbankan. Indeks LQ45 tercatat naik 1,1% dengan penguatan terbesar dibukukan oleh Bank Tabungan Negara (BBTN) yang naik 9,39% ke level 1.340. 

Saham bank lain juga kompak berada di zona hijau. Bank Mandiri (BMRI) naik 3,52%, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 1,84%, Bank Negara Indonesia (BBNI) 0,87%, Bank Central Asia (BBCA) 1,96%, dan Bank Syariah Indonesia (BRIS) 8,11%.

Seiring dengan penguatan saham-saham bank, BMRI menjadi penopang utama indeks dengan bobot 15,14 indeks poin. BBRI 7,86 indeks poin dan BBCA 14,21 indeks poin. 

Penguatan saham perbankan seiring dengan aliran dana asing yang mengalir deras ke sektor tersebut. BBTN, BMRI, BBRI, dan BBCA kompak masuk dalam lima besar saham dengan net foreign buy terbesar. 

Akan tetapi secara total, asing tercatat net foreign sell sepanjang sesi 1. Asing melakukan aksi beli senilai Rp 3,5 triliun dan beli Rp 4,6 triliun, sehingga membukukan net sell Rp 1,1 triliun. 

Adapun tekanan terhadap IHSG masih berlanjut seiring dengan upaya pemerintah melakukan reformasi pasar saham Tanah Air. Sebagaimana diketahui, IHSG menjadi sorotan setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing indeks untuk Indonesia periode Februari 2026.

Terkait hal tersebut sejumlah pembenahan telah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia. Ada tiga poin penting yang ditawarkan Indonesia untuk mengembalikan kepercayaan MSCI, yakni meningkatkan free float dari 7,5% menjadi 15%, membuka kepemilikan saham dengan kepemilikan mulai dari di atas 1%, dan meningkatkan klasifikasi pemegang saham dari 9 tipe investor menjadi 27 tipe investor. 

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |