Timteng Makin Panas! Jet Tempur F-35 AS Tembak Jatuh Drone Shahed Iran

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi Timur Tengah (Timteng) kembali memanas. Ketegangan terbaru terjadi kala jet tempur siluman F-35C Amerika Serikat (AS) menembak jatuh drone Iran yang disebut secara "agresif" mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, dalam pernyataan resmi menjelaskan bahwa drone tersebut menunjukkan perilaku yang mengancam sebelum akhirnya dilumpuhkan. Drone yang diidentifikasi sebagai jenis Shahed-139.

"Drone tersebut mendekat secara agresif ke arah kapal induk dengan niat yang tidak jelas dan terus terbang menuju kapal meskipun langkah-langkah de-eskalasi telah diambil oleh pasukan AS yang beroperasi di perairan internasional," ujar Hawkins dalam keterangannya pada Selasa waktu setempat, dikutip Newsweek, Rabu (4/2/2026).

Militer AS memastikan tidak ada personel yang terluka maupun kerusakan pada peralatan tempur dalam insiden tersebut. Namun, provokasi tidak berhenti di situ.

Hanya berselang beberapa jam setelah penembakan drone, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan melakukan pelecehan terhadap kapal komersial berbendera AS, Stena Imperative, di Selat Hormuz. Dua kapal cepat IRGC dan sebuah drone Mohajer mendekati kapal tanker tersebut dengan kecepatan tinggi dan mengancam akan melakukan penyitaan secara paksa.

Perlu diketahui, insiden ini terjadi di tengah kemungkinan pertemuan antara utusan khusus AS, Steve Witkoff dan pejabat Iran mungkin akan berlangsung di Turki. Sebelumnya, sumber yang dekat dengan masalah tersebut memaparkan ini.

Ketakutan terjadi, mengkhawatirkan pembicaraan batal dan perang benar-benar akan pecah. Namun dalam update terbaru, Gedung Putih menegaskan Washington tetap merencanakan pembicaraan dengan pejabat Iran pekan ini.

"Saya baru saja berbicara dengan utusan khusus (Steve) Witkoff, dan pembicaraan ini sampai sekarang masih dijadwalkan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa pertemuan tersebut dijadwalkan terjadi "akhir pekan ini".

"Presiden Trump selalu ingin mengejar diplomasi terlebih dahulu, tetapi tentu saja dibutuhkan dua pihak untuk bekerja sama," tambahnya.

Meski begitu, ia menambahkan bahwa Presiden AS tetap membuka kemungkinan tindakan militer terhadap Iran. Saat ini, sejumlah besar kapal perang AS berada di wilayah Timur Tengah (Timteng).

"Tentu saja, Presiden selalu memiliki berbagai pilihan di atas meja, dan itu termasuk penggunaan kekuatan militer," kata Leavitt kepada Fox News dalam wawancara terpisah.

"Orang Iran tahu itu lebih baik daripada siapa pun," tuturnya merujuk pada serangan militer AS yang menghantam program nuklir Iran tahun lalu.

(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |