Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor, Akses Jalan di Aceh Tengah Lumpuh Total

8 hours ago 4
AcehHeadlines

11 April 202611 April 2026

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor, Akses Jalan di Aceh Tengah Lumpuh Total Akses jalan di Aceh Tengah. Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

TAKENGON (Waspada.id): Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Tengah sejak 8 April 2026 memicu banjir dan longsor susulan di sejumlah titik.

Bencana ini mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan dan jembatan, hingga melumpuhkan jalur transportasi utama menuju dan dari wilayah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, saat dikonfirmasi Sabtu (11/4/26) menjelaskan, longsor menutup sejumlah ruas jalan provinsi di kawasan Danau Laut Tawar. Ruas jalan Takengon–Bintang, Mendale–Bintang, serta Bintang–Simpang Kraft pada Jumat pagi dilaporkan tidak dapat dilalui akibat tertimbun material longsor dan amblasnya badan jalan.

“Selain jalan provinsi, akses jalan nasional juga ikut terganggu. Jalur Takengon–Bireuen, Takengon–Ise-Ise perbatasan Gayo Lues, serta Jalan Pameu–Genting Gerbang kini lumpuh total,” ujar Andalika.

Banjir di Komplek SD N 10 Atu Lintang pada Jumat 10 April 2026 pukul 18.30 WIB sangat membutuhkan normalisasi karena jika hujan lebat air akan meluap ke dalam ruang belajar.tangkapan layar

Tidak hanya jalan, meningkatnya debit air sungai juga merusak dan menghanyutkan sejumlah jembatan darurat yang sebelumnya dibangun oleh TNI, Polri, dan relawan. Kerusakan terjadi di Jembatan Desa Burlah Kecamatan Ketol, jembatan apung di Desa Reje Payung Kecamatan Linge, serta beberapa titik lain di Kecamatan Rusip Antara. Akibatnya, akses penyeberangan warga kembali terputus.

Banjir juga merendam sejumlah permukiman setelah sungai meluap. Desa-desa yang terdampak antara lain Paya Tumpi, Mongal, Simpang IV Bebesen, Asir-Asir, Toweren, Rawe, dan Linung Bulen I.

Menurut Andalika, dampak bencana ini sangat luas hingga mengganggu seluruh sektor kehidupan, mulai dari ekonomi, mobilitas, hingga kegiatan pendidikan.

“Pemerintah daerah melalui BPBD dan Dinas PUPR terus berupaya menangani titik-titik kritis untuk membuka kembali akses jalan, meski terkendala keterbatasan peralatan dan personel,” tambahnya.

Hingga saat ini, cuaca masih berpotensi hujan. Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan rawan longsor.(id.86)

Banjir di Komplek SD N 10 Atu Lintang pada Jumat 10 April 2026 pukul 18.30 WIB sangat membutuhkan normalisasi karena jika hujan lebat air akan meluap ke dalam ruang belajar.tangkapan layar

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |