Hasil Rapat Jitupasna Dan Dokumen R3P, Lhokseumawe Butuh Rp1,23 Triliun

3 hours ago 1
Aceh

Hasil Rapat Jitupasna Dan Dokumen R3P, Lhokseumawe Butuh Rp1,23 Triliun Wali Kota, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., pimpin rapat penyampaian hasil akhir Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dan Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Kota Lhokseumawe yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe di Aula Kantor Wali Kota,  Senin (19/1). Waspada.id/Zainuddin Abdullah

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Dalam rapat penyampaian hasil akhir laporan pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) serta penandatanganan berita acara di Kantor Wali Kota, Senin (19/1), menyimpulkan Kota Lhokseumawe membutuhkan anggaran Rp1,23 triliun lebih. 

Rapat tersebut dipimpin Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar yang turut dihadiri TNI/Polri beserta seluruh pejabat dan relawan yang terlibat kegiatan penyelamatan di tengah bencana, berlangsung di lantai 3 aula kantor wali kota.

Dalam laporan yang disampaikan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe memaparkan, pascabencana banjir telah menimbulkan dampak buruk bagi lima sektor penting terkait kebutuhan masyarakat dalam ruang lingkup R3P antara lain pemukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor. 

Perinciannya sbb:

  • Sektor pemukiman dirincikan sebanyak 141 unit rumah rusak berat, 1198 rusak sedang,  23 rusak ringan, dengan total kerugian Rp88.296.650.000.
  • Prasarana lingkungan drainase sepanjang 7.006 meter rusak berat dan sepanjang 9.411 meter jalan rusak berat senilai Rp60.778.995.000.
  • Sektor infrastruktur sebanyak 121.403 jalan rusak berat dan 16 jembatan rusak berat, satu unit rel kereta api rusak berat dengan total kerugian Rp621.085.290.000
  • Sumber daya air terdapat dua bangunan pengaman pantai dan sepanjang 460,14 hektare dan 13.756 meter daerah irigasi dengan total kerugian Rp254.527.378.000.
  • Sektor ekonomi dari pertanian dan perkebunan seluas 1.215.62 hektare sawah/kebun, dua unit gedung pendukung pertanian dan 14 unit peralatan pertanian rusak dengan total kerugian Rp23.716.997.500.
  • Peternakan terdapat 5.676 ekor ternak mati dan satu unit Puskeswan rusak senilai Rp1.820.000.000.
  • Sektor lintas sosial, dari kebutuhan agama Rp1.30.000.000, lembaga sosial Rp1.162.350.000.000, kebudayaan Rp50 juta, dan lintas sektor kebutuhan pemerintahan Rp23.632.000.000, keamann dan ketertiban Rp10.071.500.000, lingkungan hidup Rp20.121.680.000 dan pengurangan iesiko bencana Rp10.900.000.000.
  • Total seluruh perkiraan kebutuhan mencapai Rp1.234.876.935.000.

Wali Kota Sayuti Abubakar menegaskan bahwa hasil akhir Jitupasna disusun secara serius, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tidak ada permainan dalam pendataan ini. Seluruhnya merupakan data riil hasil pendataan langsung di lapangan yang telah melalui tahapan verifikasi dan pembahasan bersama. Karena itu, dokumen ini menjadi dasar penting dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” tegas Sayuti Abubakar.

Ia juga menekankan bahwa hasil akhir Jitupasna dan dokumen R3P yang disepakati pada hari ini akan segera dibawa ke tingkat provinsi untuk selanjutnya diteruskan ke pemerintah pusat sebagai dasar dukungan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Lhokseumawe.

“Hasil yang kita sepakati hari ini tidak berhenti di daerah. Dokumen ini akan kita bawa ke provinsi dan selanjutnya diteruskan ke pusat agar menjadi dasar dukungan dan kebijakan penanganan pascabencana. Karena itu, seluruh data harus solid, satu suara, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Sayuti Abubakar. (id72)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |