Review Sepekan
Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
28 June 2026 06:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak (XAG/USD) mencatatkan penguatan harian pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026), namun masih membukukan koreksi yang cukup dalam secara mingguan. Logam mulia ini kini berada di bawah level psikologis US$60,00 per troy ons.
Berdasarkan data perdagangan, pasangan XAG/USD ditutup pada level US$59,16 per troy ons pada hari Jumat, mencatatkan kenaikan sekitar 2,23% dibandingkan penutupan Kamis di posisi US$57,86.
Meskipun terdapat penguatan harian, secara akumulasi sepekan perak membukukan pelemahan sebesar 8,84% dari posisi akhir pekan sebelumnya di US$64,90 per troy ons. Sepanjang pekan ini, perak sempat menyentuh titik terendahnya pada hari Rabu (24/6/2026) di level US$57,43.
Skenario Suku Bunga "Higher-for-Longer"
Selain dinamika pergerakan harian, tekanan utama terhadap harga perak juga datang dari kondisi makroekonomi global. Skenario suku bunga yang akan higher-for-longer menjadi sentimen negatif yang memberatkan laju logam putih ini.
Sejumlah bank sentral utama dunia mengindikasikan sikap untuk tetap mempertahankan atau bahkan berpotensi menaikkan suku bunga mereka demi mengendalikan laju inflasi.
Lingkungan suku bunga yang tinggi secara historis memberikan tekanan ke bawah bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak, karena pelaku pasar cenderung mengalihkan modal mereka ke instrumen investasi yang memberikan imbal hasil tetap.
Tensi Geopolitik dan Outlook Teknikal
Logam mulia ini tengah mengalami tren reversal yang signifikan pada bulan Juni. Setelah sempat mencapai level tertingginya, perak mulai kehilangan daya tariknya akibat kombinasi beberapa sentimen global.
Faktor tambahan yang kini menjadi perhatian utama pasar adalah meningkatnya kembali tensi geopolitik. Adanya eskalasi ketegangan terbaru yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran diperkirakan akan memberikan dampak berantai pada pasar komoditas.
Dinamika ini memicu penyesuaian posisi portofolio oleh para pelaku pasar, yang diproyeksikan dapat menekan pergerakan harga perak lebih lanjut ke arah bawah dalam waktu dekat.
Secara teknikal, indikator pergerakan harga menunjukkan bahwa tekanan jual masih memegang kendali. Meskipun sempat terjadi aksi beli teknikal pada penghujung pekan yang mengangkat harga menjauhi area oversold, tren utama XAG/USD masih memiliki downtrend.
Mengingat kondisi fundamental dan teknikal saat ini, jalur pergerakan mengindikasikan pelemahan lebih lanjut. Level support pertama yang perlu diperhatikan berada pada level terendah pekan ini di US$57,43. Apabila level tersebut tertembus, harga berpotensi melanjutkan koreksi menuju kisaran US$55,00.
Sebaliknya, untuk dapat kembali memicu momentum penguatan, tekanan beli harus mampu mendorong dan menjaga harga perak untuk stabil di atas level psikologis US$60,00, dengan target pemulihan selanjutnya berada di kisaran harga awal pekan di area US$65,17.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Addsource on Google

4 hours ago
2

















































