Combine hasverter sedang melakukan panen padi Desa Sidodadi Ramunia, Senin (19/1/26). Waspada.id/Sopian
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BERINGIN (Waspada.id): Petani di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, kini lebih banyak menggunakan combine harvester dibandingkan mesin thresher, dalam proses panen padi.
Pasalnya, penggunaan combine harvester dinilai lebih efisien, cepat, dan memberikan keuntungan lebih besar. Peralihan ini terjadi sejak beberapa tahun yang lalu hingga saat ini.
” Penggunaan combine harvester diminati karena biaya jasa yang relatif lebih murah dan waktu kerja yang lebih singkat. Jika menggunakan thresher, biaya panen mencapai Rp150 ribu per rante, sedangkan combine harvester hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per rante.
Selain itu, harga jual gabah juga berbeda,” kata Rudi, salah seorang petani Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin kepada Waspada.id, Senin (19/1/26).
Berdasarkan data lapangan, mayoritas petani di Kecamatan Beringin kini mulai meninggalkan thresher dan beralih ke combine harvester sebagai alat utama panen padi. Selain menekan biaya operasional, penggunaan combine harvester juga dinilai mampu meningkatkan nilai jual hasil panen petani.
Sukar, salah seorang agen padi menyebutkan, harga gabah hasil panen menggunakan combine harvester saat ini dihargai Rp7.100 per kilogram. Sementara gabah yang dipanen menggunakan thresher hanya dihargai Rp6.800 per kilogram.
“ Benar, gabah yang dipanen pakai combine harvester, kualitasnya lebih bersih dan kering, sehingga harga beli kami lebih tinggi,” papar Sukar.
Salah seorang operator combine harvester, yang tidak mau disebut namanya, menjelaskan bahwa penggunaan alat modern tersebut mampu mempercepat proses panen. Hanya saja, tingginya jumlah combine harvester yang beroperasi di wilayah Kecamatan Beringin, membuat luas lahan yang dikerjakan per hari menurun.
“Kalau dulu bisa dapat 3 sampai 4 hektare per hari, sekarang karena sudah banyak combine, paling 2 hektare per hari,” tuturnya. (id.28/Sopian)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































