Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud, saat membuka Muscab PKB Aceh Tengah. (Waspada.id/Fauzan)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
ACEH TENGAH (Waspada.id): Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, Ruslan M. Daud atau yang akrab disapa HRD, menegaskan komitmen partainya untuk bersinergi membangun daerah, khususnya dalam pemulihan pascabencana.
Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Aceh Tengah di Aula Hotel Gayo Petro Takengon, Minggu (12/4).
“Kami hadir ke mari bukan untuk bertanding, tetapi untuk bersanding. Mari kita bersama-sama membangun daerah ini demi kepentingan masyarakat,” tegas Ruslan yang juga Anggota Komisi V DPR RI ini.

Peringatan Keras untuk Kader
Dalam kesempatan tersebut, HRD memberikan pesan tegas kepada seluruh kader, khususnya yang duduk di kursi legislatif baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Ia meminta agar mereka tidak melupakan kepentingan pesantren atau dayah.
“PKB ini lahir melalui ulama, maka jangan ada yang meninggalkan kepentingan dayah. Jangan saat butuh suara saja turun ke masyarakat, tapi saat dibutuhkan justru menghilang,” tegasnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas jika ada fungsionaris partai yang mengabaikan amanah tersebut.
Dorong Pemulihan Pascabencana
Mengenai kondisi Aceh Tengah yang masih berstatus wilayah bencana, Ruslan menyatakan akan terus berjuang mendorong bantuan dan anggaran dari pusat. Meski secara administrasi tanggung jawab ada di daerah, ia memastikan pemerintah pusat tidak tinggal diam.
“InsyaAllah ke depan akan lebih banyak yang kita upayakan. Sebagai mitra kerja Kementerian PUPR, saya akan terus dorong realisasi program. Ingat, kalau mau dapat APBN, administrasi dan DED (Detail Engineering Design) harus siap. Sedia payung sebelum hujan,” ujarnya.
Proyek Strategis Menanti
Ruslan juga memaparkan sejumlah proyek besar yang tengah digodok. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Layang Inang-inang yang direncanakan ditenderkan tahun 2027 dengan nilai mendekati setengah triliun rupiah.

Selain itu, pembangunan Jembatan Permanen Werlah senilai Rp80 miliar sebagai jalan alternatif juga akan segera dimulai ditandai dengan peletakan batu pertama.
“Kita juga harus memperjuangkan dana Inpres yang mencapai Rp20 triliun untuk pemulihan daerah terdampak bencana. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Muscab tersebut turut dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah, Dr. Haili Yoga, Ketua DPRK, serta sejumlah pimpinan partai politik lainnya. (Id73)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































