Hadiah H Sarjani di Penghujung Tahun

3 hours ago 1
Aceh

1 Januari 20261 Januari 2026

Hadiah H Sarjani di Penghujung Tahun Ida Midar menandatangani dokumen simbolis di hadapan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah saat penyerahan SK PPPK Paruh Waktu di Lapangan PCC, Rabu (31/12/2025).Waspada.id/Muhammad Riza

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

Tidak ada hitung mundur. Tidak ada sorak penutup tahun. Di Lapangan Pidie Convention Center, Rabu siang, 31 Desember 2025, ribuan orang berdiri dengan seragam putih hitam menunggu selembar keputusan yang bagi sebagian dari mereka telah ditunggu hampir dua dekade.

Di barisan depan, Ida Midar AMd. Keb, memegang pulpen. Perawat di Puskesmas Tangse itu diminta menandatangani dokumen secara simbolis. Ia mewakili 7.238 tenaga yang siang itu menerima Surat Keputusan Pengangkatan PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie.

Bagi Ida, selembar kertas itu bukan sekadar administrasi. Ia mulai bekerja pada 2006, di wilayah pegunungan yang jaraknya jauh dari pusat kota. Fasilitas terbatas, medan berat, dan kepastian status yang tidak pernah benar-benar datang menjadi bagian dari rutinitasnya selama hampir 20 tahun. “Ini hadiah setelah menunggu lama,” katanya singkat.

Penyerahan SK dilakukan oleh Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati Alzaizi. Dalam sambutannya, H Sarjani menyebut PPPK Paruh Waktu tetap berstatus aparatur sipil negara, memiliki jam kerja fleksibel, serta peluang menjadi PPPK penuh waktu. “SK ini bukan akhir, melainkan awal pengabdian,” ujarnya.

Buupati Pidie H. Sarjani Abdullah mengukuhkan lebih dari 7.000 PPPK Paruh Waktu di Lapangan Pidie Convention Center, Rabu (31/12). Waspada.id/Muhammad Riza

Di lapangan, kata “awal” terasa berbeda. Bagi banyak penerima, terutama mereka yang telah belasan hingga puluhan tahun bekerja, SK itu lebih menyerupai penutup yang adil pengakuan negara atas kerja yang lama berlangsung tanpa sorotan.

Ida datang bersama dua anaknya, Zikni Andara dan Askana Sakhi. Keduanya berdiri di luar barisan peserta, menyaksikan ibu mereka berdiri tegak di depan ribuan orang. Tidak ada pelukan. Hanya tatap mata dan senyum yang ditahan.

Selama bertahun-tahun, Ida bekerja tanpa banyak pilihan selain bertahan. Puskesmas Tangse menjadi ruang pengabdiannya, tempat ia merawat warga dengan keterbatasan alat dan panjangnya jarak rujukan. Statusnya tidak pernah pasti, tetapi pekerjaannya selalu sama melayani.

Kebijakan PPPK Paruh Waktu merupakan bagian dari langkah nasional untuk memperkuat pelayanan publik, sekaligus merapikan status tenaga non-ASN. Di Pidie, kebijakan itu menjelma menjadi peristiwa massal, ribuan orang berkumpul di hari terakhir tahun, menunggu satu keputusan yang sama.

Siang itu, Lapangan PCC berubah menjadi ruang sunyi bagi harapan yang tertunda lama. Tanpa pesta. Tanpa gemerlap. Yang tersisa hanya kelegaan yang tidak selalu bisa diucapkan.

Bagi ribuan PPPK Paruh Waktu di Pidie, hadiah akhir tahun bukan perayaan, melainkan kepastian.

Bagi Ida Midar, kepastian itu datang tepat di ujung 2025 dalam bentuk pengakuan yang selama ini ia tunggu.

Muhammad Riza

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |