Grandy Mundur dari RANS Pasca-IPO, Emiten Raffi Ahmad Ungkap Alasan

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atas pengunduran diri Grandy Prajayakti dari jabatannya sebagai direktur perseroan. Emiten milik Raffi Ahmad itu menegaskan keputusan tersebut murni didasari alasan pribadi dan tidak berkaitan dengan persoalan internal perusahaan.

Dalam surat tanggapan kepada permintaan penjelasan oleh BEI, manajemen RANS menjelaskan bahwa pengunduran diri Grandy merupakan keputusan pribadi yang diambil tanpa adanya perselisihan dengan perseroan, jajaran direksi, dewan komisaris, maupun pemegang saham.

"Sepanjang pengetahuan Perseroan, pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi Saudara Grandy Prajayakti dan tidak terdapat perselisihan dalam bentuk apa pun, baik dengan Perseroan, Direksi, Dewan Komisaris, maupun pemegang saham Perseroan," tulis manajemen RANS dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (30/7/2026).

Perseroan juga menepis spekulasi bahwa rencana pengunduran diri tersebut sudah diketahui saat proses penawaran umum perdana saham (IPO). Menurut perusahaan, selama penyusunan prospektus hingga pencatatan saham di Bursa tidak pernah ada pembahasan maupun indikasi mengenai rencana tersebut.

Manajemen menyebut surat pengunduran diri Grandy baru diterima perseroan pada 22 Juli 2026.

Terkait kekosongan jabatan direktur, emiten berkode saham RANS itu mengaku belum berencana menunjuk pengganti dalam waktu dekat. Perseroan menilai susunan direksi yang tersisa masih memenuhi ketentuan minimal perusahaan terbuka, yakni terdiri dari satu direktur utama dan dua direktur.

Adapun tugas dan tanggung jawab Grandy akan didistribusikan kepada direktur utama dan direktur lainnya sesuai pembagian tugas yang ditetapkan direksi. Perseroan juga memastikan strategi bisnis maupun target yang telah dipaparkan saat IPO tetap dapat dijalankan.

Tak hanya mundur dari RANS, Grandy juga dipastikan tidak lagi menjabat sebagai direktur di PT Rans Kosmetik Indonesia (Slavina) maupun sejumlah entitas anak dan afiliasi perseroan. Posisi tersebut nantinya akan diisi pihak lain melalui mekanisme yang berlaku. Perseroan menegaskan perubahan tersebut tidak memengaruhi rencana akuisisi Slavina maupun proses pengambilan keputusan di entitas anak.

Lebih lanjut, manajemen menegaskan pengunduran diri Grandy tidak memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan, tata kelola, pencapaian rencana bisnis, maupun penggunaan dana hasil IPO.

"Seluruh kegiatan operasional Perseroan tetap berjalan normal dan didukung oleh manajemen serta tim yang solid, sehingga Perseroan tidak memandang perlu adanya langkah mitigasi khusus sehubungan dengan pengunduran diri dimaksud," tulis perseroan.

RANS juga menyampaikan hingga saat ini belum memiliki rencana perubahan susunan direksi maupun dewan komisaris lainnya selain yang telah diumumkan dalam keterbukaan informasi pada 24 Juli 2026. Selain itu, tidak terdapat informasi material lain yang perlu diketahui investor terkait pengunduran diri tersebut.

Sebelumnya, Direktur Keuangan RANS, Rumunggu Yokonapita, mengungkapkan perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri Grandy pada Rabu, 22 Juli 2026.

"Pada 22 Juli 2026, Perseroan menerima surat permohonan pengunduran diri Saudara Grandy Prajayakti sebagai Direktur Perseroan. Pengunduran diri tersebut disampaikan atas dasar alasan pribadi," kata Rumunggu dalam keterbukaan informasi BEI.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |