Final Piala Afrika 2025: Maroko Tekad Ukir Sejarah, Senegal Incar Gelar Kedua

3 hours ago 2
Olahraga

18 Januari 202618 Januari 2026

 Maroko Tekad Ukir Sejarah, Senegal Incar Gelar Kedua

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

RABAT (Waspada.id): Panggung akbar Piala Afrika 2025 akan mencapai puncaknya pada Senin (19/1) dini hari WIB, ketika dua raksasa sepakbola benua Afrika, Senegal dan Maroko, saling berhadapan di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat.

Laga final ini tidak hanya memperebutkan trofi juara, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim dengan ambisi yang berbeda. Bagi Maroko, final kali ini adalah kesempatan emas untuk mengukir sejarah di hadapan pendukung sendiri. Atmosfer luar biasa dipastikan akan tercipta di Rabat, memberikan dukungan penuh bagi tim berjuluk Atlas Lions.

Ini merupakan final Piala Afrika kedua bagi Maroko sepanjang sejarah. Sebelumnya, mereka harus mengakui keunggulan Tunisia dengan skor 1-2 pada final edisi 2004. Satu-satunya trofi yang pernah diraih Maroko adalah pada tahun 1976, saat turnamen masih menggunakan format empat besar tanpa laga final.

Perjalanan Maroko menuju final tidaklah mudah. Tim asuhan Walid Regragui harus berjuang keras di babak semifinal, menyingkirkan Nigeria melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.

Youssef En Nesyri menjadi pahlawan penentu kemenangan lewat eksekusi penalti yang memicu perayaan besar di tribun dan lapangan. Catatan Mureks menunjukkan, Maroko diperkirakan akan tampil dengan kekuatan penuh di laga puncak ini, tanpa ada pemain yang terkena sanksi.

Di sisi lain, Senegal datang ke final dengan status sebagai juara bertahan Piala Afrika 2021. Singa Teranga bertekad meraih gelar kedua mereka di ajang paling bergengsi di Afrika ini. Konsistensi permainan agresif dan efektif menjadi ciri khas tim asuhan Pape Thiaw sepanjang turnamen.

Sadio Mane kembali menjadi pembeda di semifinal. Golnya memastikan Senegal melaju ke final sekaligus menyingkirkan Mesir yang diperkuat Mohamed Salah. Gol tersebut juga menambah koleksi gol Mane di Piala Afrika sepanjang kariernya menjadi 11, menjadikannya pemain kesembilan dalam sejarah turnamen yang menembus dua digit gol.

Namun, Senegal akan menghadapi tantangan serius di laga puncak. Mereka dipastikan tampil tanpa kapten Kalidou Koulibaly yang absen akibat sanksi akumulasi kartu. Selain itu, Habib Diarra juga tidak dapat tampil setelah menerima kartu kuning kedua di semifinal. Kehilangan dua pemain inti ini berpotensi memengaruhi keseimbangan tim.

Prediksi Laga

Piala Afrika edisi ini telah menampilkan dominasi Senegal dalam progresi serangan, dengan mencatat 398 umpan pemutus garis, terbanyak di turnamen. Idrissa Gueye menjadi motor permainan dengan 92 umpan progresif, menjadikannya fokus pengawalan Maroko.

Sementara itu, di kubu tuan rumah, Brahim Diaz dari Real Madrid menjadi ancaman utama. Bintang muda tersebut memimpin daftar pencetak gol dengan lima gol.

Dengan lini belakang Maroko yang solid dan dukungan penuh publik Rabat, tim tuan rumah diyakini memiliki fondasi ideal untuk meredam kreativitas Senegal. Meskipun Sadio Mane tetap menghadirkan ancaman sepanjang laga, disiplin taktik Atlas Lions diprediksi cukup untuk mencetak satu gol penentu dan mengakhiri penantian 50 tahun meraih kejayaan di level kontinental. (id08/rtr)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |